CEK FAKTA: Ada 102.696 Peserta Magang Nasional Selama 2025

- Program Magang Nasional 2025 berhasil menjaring 102.696 peserta, melampaui target 100 ribu yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
- Peserta MagangHub menerima uang saku setara upah minimum, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat kompetensi, dan peluang direkrut menjadi karyawan.
- Program ini didukung 8.054 institusi mitra dengan 30.301 mentor serta menyediakan 19.601 posisi magang di berbagai sektor industri.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah menjalankan program Magang Nasional sejak Oktober 2025. Presiden Prabowo Subianto menargetkan bisa menjaring 100 ribu peserta Magang Nasional untuk tahun 2025.
Dalam Buku Saku 0% yang dirilis pemerintah, Program Pemagangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi (MagangHub) merupakan inisiatif strategis pemerintah yang memberikan kesempatan bagi lulusan S1, D1, D2, D3 dan D4 untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di dunia kerja dan industri.
Program MagangHub dirancang untuk membantu lulusan perguruan tinggi lulusan satu tahun terakhir agar lebih siap memasuki dunia kerja, meningkatkan kompetensi hardskill dan softskill, di bawah bimbingan mentor berpengalaman.
Lantas, apakah target peserta yang dicanangkan Prabowo sesuai dengan keinginannya? Berikut informasinya.
1. Ada lebih dari 100 ribu peserta MagangHub pada 2025

Dalam Buku Saku 0% rilisan pemerintah disebutkan bahwa jumlah peserta MagangHub pada 2025 mencapai 102.696 orang. Angka itu tentunya melampaui target 100 ribu peserta yang disampaikan oleh Prabowo.
Hal itu pun sejalan dengan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI, pada Kamis (9/4/2026).
"Jadi pada 2025 kemarin total peserta yang lolos seleksi (pemagangan) ada 102 ribu sekian karena ada beberapa yang mengundurkan diri karena sudah diterima kerja atau kemudian tidak jadi sehingga kami meloloskan lebih dari kuota," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli.
Data Kemnaker menunjukkan, ada 14.952 peserta magang dalam Batch I. Kemudian 1.160 peserta magang pada Batch IB. Lalu melonjak pada Batch II dengan 62.128 peserta magang dan 24.456 peserta magang pada Batch III.
Berdasarkan data Kemnaker, jumlah peserta MagangHub pada tahun lalu benar telah mencapai 102.696 orang.
2. Benefit bagi peserta MagangHub

Selama mengikuti program magang, peserta mendapatkan berbagai fasilitas dan manfaat, antara lain uang saku bulanan setara upah minimum selama enam bulan, perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan yang dibayar pemerintah, sertifikat, serta kesempatan karier untuk direkrut menjadi karyawan.
"Ada uang saku setara upah minimum kota kabupaten lokasi magang, kecuali Jakarta upah minimum provinsi. Kemudian mereka diberikan JKK, JKM. Kemudian setiap perusahaan diminta menyiapkan mentor dan kami mengimbau perusahaan tempat pemagangan memberikan sertifikat kompetensi," tutur Yassierli.
3. Dukungan terhadap progam MagangHub

Program ini dilaksanakan dengan dukungan 8.054 institusi mitra penyelenggara pemagangan, melibatkan 30.301 mentor pemagangan, dan 19.601 posisi jabatan.
Mitra penyelenggara terdiri dari instansi pemerintah (Kementerian/Lembaga), perusahaan BUMN, perusahaan swasta dari berbagai sektor usaha dan industri mulai dari industri perbankan, layanan kesehatan, pariwisata dan perhotelan, restoran, telekomunikasi, penyiaran, manufaktur, hingga sektor jasa asuransi.


















