CEK FAKTA: Benarkah Ada WNI Jadi Teknisi Komputer Rudal di Iran?

- Unggahan di media sosial yang menyebut WNI bernama M. Hasbi Alkhairi jadi teknisi rudal di Iran terbukti tidak benar setelah dilakukan penelusuran fakta.
- Hasil analisis IDN Times menunjukkan foto yang beredar merupakan hasil rekayasa teknologi AI atau deepfake, bukan gambar orang asli.
- Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada catatan WNI menjadi ahli mekanik rudal Iran, dan klaim tersebut dikategorikan sebagai hoaks.
Jakarta, IDN Times - Salah satu unggahan di akun media sosial Thread menyebut ada warga Indonesia bernama M. Hasbi Alkhairi menjadi mekanik dan teknisi TI komputer untuk rudal di Iran. Akun itu juga menyebut Hasbi digaji per bulan mencapai Rp315 juta tiap bulan.
"Cerdas tapi di negara orang. Entah kenapa orang secerdas ini sampai di sana, padahal dia sangat penting di negara kita sendiri lho," tulis akun @yusrandaengtayang, dikutip Selasa (31/3/2026).
Unggahan akun tersebut disertai foto seorang pria dengan seragam militer hijau. Di lengan sebelah kirinya terdapat badge lambang bendera Iran.
Tetapi, benarkah ada warga Indonesia bernama Hasbi yang menjadi teknisi untuk rudal di Iran?
1. Foto yang diedarkan di media sosial dibuat dengan teknologi AI

IDN Times menggunakan aplikasi The Hive untuk mendeteksi apakah foto yang diunggah di media sosial adalah foto yang menggambarkan orang asli, atau merupakan rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Hasilnya menunjukkan hampir 100 persen foto itu merupakan rekayasa dengan teknologi AI atau deepfake. Ketika ditelusuri lewat mesin pencarian Google, tak pernah ada catatan di ruang publik warga Indonesia menjadi ahli mekanik rudal Iran.
2. Warga Indonesia berpotensi kehilangan kewarganegaraan bila ikut militer negara lain

Selain itu, berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 mengenai kewarganegaraan Indonesia, WNI yang masuk dinas militer tanpa izin presiden dapat kehilangan kewarganegaraannya. Meskipun hal tersebut merupakan konsekuensi, tetapi tetap dibutuhkan verifikasi dan harus ada keputusan resmi berisi pencabutan status kewarganegaraan Indonesia.
"Warga negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin lebih dulu dari presiden," demikian isi Pasal 23 huruf d dalam UU Kewarganegaraan RI.
3. Tidak ada warga Indonesia yang jadi ahli mekanik rudal Iran

Kesimpulan: Berdasarkan penelusuran tersebut, maka konten yang menyebut warga Indonesia menjadi mekanik rudal di Iran merupakan hoaks alias kabar bohong atau tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Foto yang beredar luas di media sosial dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

















