Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prancis, Kamis (28/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
Selain soal biaya, Celios menilai pemerintah juga perlu menjelaskan capaian dari setiap kunjungan luar negeri presiden. Transparansi, menurut Celios, tidak hanya menyangkut pengeluaran, tetapi juga manfaat yang diperoleh negara.
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira mencontohkan kunjungan Prabowo ke Prancis yang menurutnya perlu disertai penjelasan mengenai dampak ekonomi yang dihasilkan.
“Dalam konteks kunjungan Presiden ke Prancis, misalnya, publik berhak mempertanyakan dampak ekonominya. Hingga Triwulan I 2026, pertumbuhan ekspor Indonesia tercatat sekitar 0,9 persen secara tahunan dan Prancis bahkan belum masuk dalam tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia di kawasan Uni Eropa. Karena itu, pemerintah perlu menunjukkan secara konkret hasil yang diperoleh dari kunjungan tersebut, baik dalam bentuk peningkatan perdagangan, investasi, maupun kerja sama strategis lainnya,” tutur Bhima.
Bhima pun menegaskan, keterbukaan mengenai biaya dan hasil kunjungan luar negeri penting untuk memastikan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.