Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Debut di Forum WEF 2026, Danantara Nyatakan Siap Jalankan Mandat Ganda

2026_indonesian_pavillion_20012026_1238.jpg.jpeg
Danantara Indonesia menegaskan mandat gandanya sebagai pengelola investasi negara yang disampaikan dalam sesi “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di Indonesia Pavilion, World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Selasa (20/1/2026). (Dok. Danantara)
Intinya sih...
  • Danantara Indonesia siap jalankan mandat ganda sebagai pengelola investasi negara.
  • Komitmen reformasi tata kelola dan konsolidasi BUMN untuk hasil investasi yang kuat dan dampak sosial-ekonomi yang terukur.
  • Siapkan tiga proyek unggulan dan pertemukan modal global dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia menegaskan mandat gandanya sebagai pengelola investasi negara: menciptakan imbal hasil berkelanjutan sekaligus memastikan investasi memberi dampak nyata bagi ekonomi nasional hingga level akar rumput. Pesan ini disampaikan dalam sesi “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di Indonesia Pavilion, World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Selasa (20/1/2026), yang menjadi debut Danantara Indonesia di forum tersebut.

Mohamad Al-Arief, Managing Director, Global Relations & Governance Danantara Indonesia, mengatakan, “Danantara Indonesia mengemban mandat ganda yang setara. Mandat tersebut menghasilkan kinerja investasi yang kuat sekaligus memastikan investasi memberikan dampak sosial-ekonomi yang terukur bagi Indonesia.”

1. Komitmen reformasi tata kelola dan konsolidasi BUMN

2026_indonesian_pavillion_20012026_1165.jpg.jpeg
Danantara Indonesia menegaskan mandat gandanya sebagai pengelola investasi negara yang disampaikan dalam sesi “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di Indonesia Pavilion, World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Selasa (20/1/2026). (Dok. Danantara)

Al-Arief mengatakan, mandat tersebut dijalankan melalui reformasi tata kelola dan konsolidasi BUMN secara bertahap. Selanjutnya, menempatkan profesionalisme dan disiplin pasar sebagai fondasi utama. Reformasi ini, menurutnya, menuntut keberanian mengambil keputusan strategis yang berorientasi jangka panjang, meski tidak terlihat langsung dalam jangka pendek.

Salah satu contoh reformasi tersebut adalah penghapusan penerimaan tantiem bagi seluruh dewan komisaris BUMN, yang berpotensi menghemat hingga Rp8 triliun–Rp8,3 triliun per tahun. “Reformasi pada prinsipnya adalah tentang menukar kenyamanan jangka pendek dengan kepercayaan pasar jangka panjang,” kata Al-Arief.

Sementara itu, Managing Director Investment Danantara Investment Management, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan strategi investasi jangka panjang yang terdiversifikasi dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Dalam forum ini, Danantara memaparkan tiga proyek unggulan: waste-to-energy di 33 kota, pengembangan obat berbasis plasma darah, serta pengembangan Kompleks Haji di Makkah yang berstandar internasional.

“Danantara Indonesia ingin membangun sesuatu yang tahan lama dan memberikan dampak bagi masyarakat. Kami ingin bergerak dengan cepat, tetapi kami tidak terburu-buru. Kami ingin memastikan kami memiliki fondasi yang kuat, terutama dalam mengembangkan sumber daya manusia, tata kelola, dan proses manajemen risiko,” katanya.

2. Siapkan tiga proyek unggulan

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, pada cara opening ceremony Paviliun Indonesia di Davos, Swis
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, pada cara opening ceremony Paviliun Indonesia di Davos, Swis pada Rabu (21/01/2026). (IDN Times/Alya Achyarini)

Melalui pendekatan yang disiplin dan berbasis manajemen risiko, Danantara Indonesia memosisikan diri sebagai platform investasi kredibel yang menghubungkan modal global dengan agenda pembangunan jangka panjang Indonesia, dengan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain mengadakan panel diskusi, delegasi Danantara Indonesia mengadakan pertemuan bilateral dengan pemangku kepentingan publik seperti Permodalan Nasional Berhad dari Malaysia, serta perusahaan global seperti Google untuk membahas teknologi, LG Sonic untuk membahas solusi pengolahan air, dan berbagai perusahaan Swiss untuk membahas waste-to-energy.

3. Komitmen pertemukan modal global dengan kebutuhan pembangunan Indonesia

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.03.jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sebagai informasi, Indonesia Pavillion di World Economic Forum Davos 2026 merupakan platform strategis bagi Indonesia untuk menunjukan transformasi ekonomi nasional di panggung global. Paviliun ini menjadi ruang dialog tingkat tinggi dan penjajakan investasi yang mempertemukan pemimpin, investor, dan mitra global dalam agenda transisi energi, hilirisasi industri, ekonomi digital, serta pembangunan infrastruktur masa depan. Melalui Indonesia Pavillion, Indonesia menautkan prioritas pembangunan nasional dengan agenda global, sekaligus mengundang kolaborasi internasional untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang hijau, inklusif, dan berdaya saing.

Melalui kehadiran di WEF Davos, Danantara Indonesia menegaskan posisinya sebagai investor jangka panjang yang ingin mempertemukan modal global dengan kebutuhan pembangunan Indonesia, dengan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ahmad Faisal
EditorAhmad Faisal
Follow Us

Latest in Business

See More

Donald Trump Pidato di WEF Davos, Singgung Musuhnya dan Joe Biden

21 Jan 2026, 21:42 WIBBusiness