Jakarta, IDN Times - Aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada Jumat (13/6/2026), tidak memberikan sentimen negatif ke pasar keuangan. Sebaliknya, aksi tersebut dinilai mencerminkan berbagai kekhawatiran yang sebelumnya juga telah disuarakan oleh pelaku usaha dan investor terkait kondisi ekonomi serta arah kebijakan pemerintah.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan unjuk rasa merupakan salah satu mekanisme koreksi dalam sistem demokrasi. Menurutnya, aksi mahasiswa muncul karena berbagai aspirasi yang disampaikan sebelumnya dinilai belum memperoleh respons yang memadai dari pemerintah.
"Tuntutan mahasiswa, mulai dari penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, hingga evaluasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, pada dasarnya sejalan dengan kekhawatiran yang lebih dulu muncul di kalangan investor," ujarnya kepada IDN Times, Sabtu (13/6/2026).
