Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Denny S. Adji: Dari ‘Bankir Lapangan’ BRI hingga Plt Sekper IFG
Executive Advisor sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Perusahaan (Sekper) Indonesia Financial Group (IFG), Denny S. Adji. (dok. IFG)
  • Denny S. Adji, Executive Advisor dan Plt Sekretaris Perusahaan IFG sejak 2024, memulai karier di BRI pada 1987 dengan pendekatan antropologi untuk mengenalkan perbankan kepada komunitas.
  • Selama 29 tahun di BRI hingga menjadi Inspektur, Denny kemudian menjabat Sekretaris Perusahaan Askrindo pada 2018 dan menerapkan pendekatan sosial-budaya dalam berbagai fungsi bisnis serta manajemen.
  • IFG memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan respons keluhan untuk membangun kepercayaan publik, sambil menjalankan konsolidasi asuransi-penjaminan BUMN tahap pertama yang ditargetkan selesai Desember 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1987

Denny S. Adji memulai karier di PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

1996

Denny meraih gelar Master of Business Administration dari Saint Louis University, Missouri, Amerika Serikat.

2016

Denny mengakhiri kariernya di BRI setelah 29 tahun, dengan jabatan terakhir sebagai Inspektur.

1 Maret 2018

Denny diangkat menjadi Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

22 Oktober 2020

Indonesia Financial Group (IFG) didirikan sebagai holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi.

2024

Denny bergabung dengan IFG.

akhir Desember 2026 ini

Konsolidasi tahap pertama usaha asuransi dan penjaminan BUMN ditargetkan rampung.

kini

Denny menjabat Executive Advisor sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Perusahaan IFG dan mengawal konsolidasi usaha asuransi serta penjaminan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Denny S. Adji menjalankan peran sebagai Executive Advisor dan Plt Sekretaris Perusahaan IFG, termasuk mengawal konsolidasi usaha asuransi dan penjaminan BUMN.
  • Who?
    Denny S. Adji, IFG beserta 10 anak usaha dan 6 cucu usahanya, serta Danantara yang memberikan mandat konsolidasi.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di lingkungan Indonesia Financial Group, holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi, serta ekosistem Danantara.
  • When?
    Denny bergabung dengan IFG sejak 2024. Konsolidasi tahap pertama ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
  • Why?
    Konsolidasi dilakukan untuk menata bisnis, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, serta membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap asuransi dan penjaminan BUMN.
  • How?
    IFG menerapkan prinsip best practice, memperbaiki tata usaha dan kehati-hatian, serta mempercepat penanganan keluhan konsumen, termasuk komplain premi melalui layanan digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Denny S. Adji dulu bekerja di BRI selama 29 tahun. Ia pergi ke banyak tempat untuk mengajak orang menabung di bank. Sekarang ia menjadi pejabat sementara di IFG. Denny dan timnya ingin membuat layanan asuransi BUMN lebih baik dan cepat. Mereka juga sedang menyatukan usaha asuransi, dengan target selesai Desember 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perjalanan Denny S. Adji menunjukkan bahwa pendekatan sosial-budaya dapat memperkaya praktik keuangan dan tata kelola. Pengalamannya membangun kedekatan dengan komunitas, dipadukan dengan penguatan manajemen risiko, pelayanan keluhan yang lebih cepat, serta konsolidasi bisnis, memberi dasar bagi IFG untuk menata layanan asuransi dan penjaminan secara lebih tertib dan responsif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Memegang gelar Sarjana Antropologi di dunia keuangan ternyata bukanlah sesuatu yang tidak relevan, tapi menjadi bekal yang baik.

Itulah yang dirasakan oleh Denny S. Adji yang kini menjabat sebagai Executive Advisor sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Perusahaan (Sekper) Indonesia Financial Group (IFG).

IFG adalah Holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi yang didirikan pada 22 Oktober 2020. Adapun Denny bergabung dengan IFG sejak 2024.

Perjalanan Denny dimulai dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada 1987. Meski bukan datang dari dunia keuangan, ilmu antropologi yang dia pelajari di Universitas Indonesia (UI) justru membuat dirinya dipercaya oleh BRI untuk blusukan ke daerah, memperkenalkan cara menabung di bank ke masyarakat.

“Jadi mengajak orang jadi nasabah di bank, tapi pendekatannya menggunakan pendekatan ilmu sosial. Jadi saya masuk ke ibu-ibu pengajian, pendekatan komunitas-lah kalau sekarang itu, kan. Kemudian saya masuk ke kelompok-kelompok agama, baik kristiani, budha,” ujar Denny saat ditemui IDN Times, dikutip Rabu (14/10/2026).

1. Berkarier di BRI selama 29 tahun

Kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) di Jakarta. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Denny berkarier di BRI selama 29 tahun, tepatnya sampai 2016. Jabatan terakhirnya di BRI adalah Inspektur. Tugasnya melakukan audit internal di daerah.

Kemudian, pada 1 Maret 2018, Denny diberikan amanah untuk menjadi Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Perusahaan pelat merah itu kini tercatat sebagai anggota IFG.

Meski telah mengantongi gelar Master of Business Administration (Magister Administrasi Bisnis) dari Saint Louis University, Missouri, Amerika Serikat (AS) pada 1996, Denny merasa latar belakang ilmu antropologinya selalu bermanfaat di bidang apapun yang dijalankannya.

“Saya selalu memanfaatkan latar belakang ilmu antropologi dengan pendekatan holistik sosial budaya pada setiap posisi jabatan yang diemban, baik ketika menjabat di bidang bisnis Kabag dan Wapinwil, maupun bidang manajemen, executive advisor, expert lecturer, auditor, sekretaris perusahaan,” kata Denny.

Denny mengatakan, pendekatan holistik sangat bermanfaat untuk melengkapi pendekatan dari sisi ekonomi, pemasaran, risk management, dan human capital.

“Sehingga akan diperoleh pemahaman yang lebih luas saat menyusun strategi, program kerja, maupun implementasinya, misalnya customer behaviour, customer relation management, risk management, mengelola sumber daya manusia, dan sebagainya,” kata Denny.

2. Bangun kepercayaan masyarakat ke IFG dengan terapkan best practice

Executive Advisor sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Perusahaan (Sekper) Indonesia Financial Group (IFG), Denny S. Adji. (dok. IFG)

Di IFG, Denny dan tim secara intens berupaya kembali membangun kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap asuransi dan penjaminan BUMN.

Denny mengatakan, konsolidasi di tubuh asuransi dan penjaminan BUMN merupakan salah satu upayanya.

“Konsolidasi itu kita berusaha untuk menata bisnis lebih baik, dengan prinsip-prinsip best practice. Tata usahanya dibenerin, manajemen risikonya lebih dikencangkan, prudent-nya lebih baik,” ucap Denny.

Denny mengatakan, dengan memperbaiki kualitas dari sisi tata kelola perusahaan, dia meyakini kepercayaan masyarakat akan semakin kuat.

IFG juga terus memperkuat sisi pelayanan konsumen, terutama apabila ada keluhan yang masuk, penanganannya harus cepat.

“Sekarang itu misalnya komplain premi, harus cepat. Kalau dulu bertele-tele. Kalau sekarang begitu semuanya terpenuhi, melalui handphone pun langsung bisa. Dan itu harus dibuktikan, antara yang dijanjikan dengan pelayanan yang diberikan memang harus sesuai,” tutur Denny.

3. Kawal program konsolidasi BUMN asuransi

Executive Advisor sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Perusahaan (Sekper) Indonesia Financial Group (IFG), Denny S. Adji. (dok. IFG)

Denny mengatakan, saat ini IFG berdiri dengan 10 anak usaha dan 6 cucu usaha. Setelah konsolidasi, yang tersisa hanya bisnis asuransi umum konvensional serta asuransi umum syariah, asuransi jiwa dan jiwa syariah, serta penjaminan umum dan suariah.

“Kami diberikan mandat oleh Danantara untuk melakukan konsolidasi di lingkungan usaha asuransi dan penjaminan, baik di lingkungan ekosistem IFG, maupun di lingkungan ekosistem Danantara,” kata Denny.

Denny mengatakan, untuk konsolidasi tahap pertama ditargetkan rampung akhir Desember 2026 ini.

“Tahap pertama harus selesai Desember, ya, mudah-mudahan. Banyak tantangannya,” ujar Denny.

Melalui berbagai upayanya yang dilakukan dengan bekal ilmu yang dimiliki, Denny berharap bisa terus menjalankan perannya sebagai Sekper IFG dengan baik.

Denny mengatakan, dirinya selalu ingin menjadi daun, yang selalu memberikan manfaat pada setiap tahap kehidupan.

“Saya ingin menjadi daun yang selalu memberi manfaat pada setiap tahap kehidupan, mulai dari tumbuh sampai kering dan jatuh ke tanah tetap bisa memberi manfaat. Saat jatuh ke tanah pun menjadi kompos yang berharga,” ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article