Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana mengungkapkan, Indonesia menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama beroperasi pada 2032–2034.
Target ini menjadi bagian dari rencana mencapai kapasitas total 44 gigawatt tenaga nuklir pada 2060, yang sejalan dengan komitmen net zero emission. Dari total kapasitas tersebut, mayoritas untuk pembangkit listrik.
"Dari total 44 gigawatt, 35 gigawatt akan digunakan untuk pembangkitan listrik, sementara 9 gigawatt dialokasikan untuk produksi hidrogen nasional mulai 2045,” kata Dadan dikutip dari ANTARA, Selasa (3/3/2026).
Dengan demikian, dia menjelaskan, porsi nuklir dalam bauran energi meningkat dari 0,5 persen menjadi lebih dari 11 persen pada 2060.
