Jakarta, IDN Times - Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas masih menjadi salah satu tempat masyarakat menambatkan harapan untuk menjaga nilai kekayaan.
Kilau logam mulia ini tak hanya menarik sebagai perhiasan, tetapi juga menjadi pilihan investasi yang dipercaya mampu menyimpan nilai dalam jangka panjang.
Kini, memiliki emas tak lagi harus menunggu hingga uang terkumpul dalam jumlah besar. Melalui fasilitas pembiayaan, masyarakat bisa mencicil kepemilikan emas secara bertahap. Perubahan cara berinvestasi ini pun membuka peluang baru bagi perbankan syariah untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.
Peluang tersebut mulai terlihat dari bisnis PT Bank BCA Syariah. Hingga Agustus 2026, pembiayaan emas perseroan mencapai Rp598 miliar, melonjak 81,76 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Pertumbuhan itu menjadi yang tertinggi di antara produk pembiayaan konsumen BCA Syariah.
Angka tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana emas, yang selama ini lekat dengan kebiasaan masyarakat menyimpan kekayaan, mulai menjadi salah satu pintu masuk bagi perbankan syariah untuk memperluas bisnisnya.
