Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Produksi Otomotif Thailand Turun pada September 2026 imbas Banjir

3 min read
Produksi Otomotif Thailand Turun pada September 2026 imbas Banjir
ilustrasi bendera Thailand (pexels.com/Markus Winkler)
  • Produksi kendaraan Thailand turun 6,08 persen menjadi 120.319 unit pada September 2026 setelah banjir mengganggu pasokan komponen dan operasional pabrik perakitan.
  • Penjualan domestik naik 14,28 persen menjadi 55.255 unit, didorong lonjakan penjualan BEV 80,13 persen, sementara penjualan pikap turun 7,11 persen dan mobil konvensional merosot.
  • FTI mempertahankan target produksi 2026 sebesar 1,45 juta unit; produksi Januari–September naik 0,39 persen, sedangkan ekspor September tumbuh 4,55 persen menjadi 89.972 unit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Federasi Industri Thailand (FTI) melaporkan total produksi kendaraan di Thailand turun sebesar 6,08 persen secara tahunan pada September 2026 menjadi 120.319 unit. Penurunan produksi ini terjadi setelah bencana banjir melanda sejumlah wilayah industri dan memicu gangguan pada pasokan suku cadang pabrikan perakitan lokal.

Disrupsi rantai pasok tersebut terutama menekan lini kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) yang memerlukan lebih banyak suku cadang manufaktur. Kendati demikian, lonjakan tajam pada pengiriman kendaraan listrik baterai tetap mendorong total penjualan mobil domestik tumbuh 14,28 persen menjadi 55.255 unit.

  1. 1. Banjir ganggu pasokan suku cadang dan pabrik perakitan

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Long Bà Mùi)

    Ketua Klub Industri Otomotif FTI Suwat Supakarndechakul menyatakan bahwa banjir di sejumlah wilayah, khususnya di sekitar Kawasan Industri Amata City di Chon Buri, berdampak langsung terhadap produsen komponen. Kelangkaan suku cadang, kendala transportasi, dan gangguan akses pekerja sempat memaksa beberapa pabrik perakitan menghentikan produksi sementara dari akhir September hingga pertengahan Oktober 2026. FTI mencatat seluruh pabrik yang sempat terdampak kini telah kembali beroperasi normal sejak pertengahan Oktober 2026.

    Rantai pasok otomotif Thailand menaungi lebih dari 2.500 bisnis dan mempekerjakan lebih dari 800 ribu orang. Penurunan produksi domestik komponen khusus untuk truk pikap bermesin konvensional dilaporkan melampaui 300 ribu unit suku cadang. Di saat yang sama, produsen komponen dan material seperti radiator, knalpot, kursi, pendingin udara, kaca, hingga baja dan produk petrokimia turut memangkas output. Penurunan output tersebut turut memengaruhi pendapatan ruang pamer mobil, tenaga pemasar, lembaga keuangan, serta memangkas penerimaan pajak pemerintah.

  2. 2. Penjualan pikap anjlok di tengah lonjakan mobil listrik

    ilustrasi mobil pikap
    ilustrasi mobil pikap (unsplash.com/baran kilic)

    Data FTI yang dirilis pada Selasa (27/10/2026) memperlihatkan penjualan mobil pikap di pasar domestik turun 7,11 persen secara tahunan menjadi 10.315 unit pada September 2026. Melemahnya daya beli masyarakat, lesunya pertumbuhan ekonomi, tingginya utang rumah tangga, serta kriteria penyaluran kredit yang kian ketat menjadi faktor utama penurunan tersebut. FTI mendesak pemerintah agar mendorong lembaga keuangan melonggarkan syarat kredit, mengingat produksi pikap konvensional menyerap hingga 90 persen komponen buatan industri lokal.

    Kondisi berbeda dialami segmen mobil penumpang listrik berbasis baterai (BEV) yang penjualannya melesat 80,13 persen secara tahunan menjadi 16.404 unit. Sebagaimana dilansir Xinhua, volume pengiriman mobil listrik murni tersebut berkontribusi sebesar 29,69 persen terhadap total penjualan kendaraan di pasar dalam negeri. Sebaliknya, penjualan mobil penumpang bermesin konvensional merosot 14,50 persen secara tahunan menjadi 7.776 unit pada periode yang sama.

  3. 3. FTI pertahankan target produksi 1,45 juta unit kendaraan

    ilustrasi pabrik perakitan mobil
    ilustrasi pabrik perakitan mobil (pexels.com/Hyundai Motor Group)

    Secara kumulatif, total produksi kendaraan di Thailand sepanjang Januari hingga September 2026 naik tipis 0,39 persen menjadi 1.080.030 unit. Juru bicara Klub Industri Otomotif FTI Surapong Paisitpattanapong menyampaikan bahwa target produksi tahun 2026 tetap dipertahankan sebesar 1,45 juta unit. Target tahunan tersebut mencakup 900 ribu unit kendaraan yang dialokasikan untuk ekspor serta 550 ribu unit untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

    Pengiriman ekspor mobil utuh Thailand pada September 2026 masih mencatatkan kenaikan 4,55 persen secara tahunan menjadi 89.972 unit, kendati pengiriman ke kawasan Timur Tengah merosot akibat gangguan di perairan Selat Hormuz. Selain memacu perakitan domestik, FTI juga meminta pemerintah memberikan kepastian revisi struktur pajak cukai bagi kendaraan impor utuh guna menjamin perlakuan adil bagi produsen lokal yang merakit mobil konvensional maupun listrik.

    "Perubahan yang jelas pada struktur pajak cukai akan memberi sinyal bahwa Thailand menghargai investasi jangka panjang dan penciptaan nilai domestik, membantu melindungi serta mendukung industri otomotif Thailand sebagai basis produksi dan ekspor global yang besar dan berkelanjutan," sebut FTI sebagaimana dikutip The Nation Thailand.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More