Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dominika Temukan 150 Juta Ton Logam Tanah Jarang
Bendera Dominika (unsplash.com/Ruddy Corporan)
  • Presiden Luis Abinader umumkan penemuan lebih dari 150 juta ton logam tanah jarang di Republik Dominika, hasil kerja sama dengan Korps Insinyur Angkatan Darat AS di wilayah Pedernales.
  • Cadangan besar ini diproyeksikan mengubah struktur ekonomi nasional, mendorong pembangunan industri teknologi tinggi, serta memperkuat kemandirian energi dan daya saing global Dominika.
  • Dominika dan AS sepakat membangun rantai pasok mineral kritis yang transparan dan beragam, mencakup transfer teknologi serta pengawasan melalui badan usaha milik negara Empresa Minera Dominicana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Republik Dominika, Luis Abinader, mengumumkan penemuan cadangan mineral logam tanah jarang yang melebihi 150 juta ton dalam pidato kenegaraan tahunannya di hadapan Kongres Nasional, pada Jumat (27/2/2026). Penemuan ini menjadi titik balik bagi negara Karibia tersebut, yang kini bersiap menjadi pemasok utama material kritis dunia.

Eksplorasi sumber daya alam yang masif ini diyakini akan mengubah struktur ekonomi nasional Republik Dominika secara menyeluruh. Perubahan ini didorong oleh diversifikasi sektor pertambangan yang kini lebih bernilai tinggi dan berorientasi pada teknologi masa depan.

Material khusus ini sangat dibutuhkan oleh industri manufaktur teknologi tinggi secara global, mulai dari pembuatan sirkuit elektronik yang kompleks hingga pengembangan sistem energi terbarukan. Penemuan ini juga dinilai sangat penting untuk mendukung terciptanya rantai pasok global yang lebih tangguh, serta membantu pasar internasional mengurangi ketergantungan pasokan dari China.

1. Studi geologi pastikan potensi besar logam tanah jarang di Republik Dominika

Ilustrasi situs geologi (Pixabay.com/ lloydphotography)

Studi geologi awal di Provinsi Pedernales telah memastikan adanya cadangan logam tanah jarang dalam jumlah yang sangat besar. Keberhasilan penemuan di wilayah perbatasan ini merupakan hasil kerja sama teknis antara pemerintah Republik Dominika dan tim ahli dari Korps Insinyur Angkatan Darat AS. Penemuan ini mencakup 17 jenis elemen logam tanah jarang yang memiliki karakteristik unik untuk kebutuhan teknologi tinggi.

"Kekayaan mineral ini akan menjadi sumber pendapatan baru bagi negara kita, sekaligus menjadi hasil tambang paling berharga saat ini karena fungsinya sebagai bahan baku utama teknologi modern dan industri militer," kata Presiden Luis Abinader, dilansir Investing.

Pemerintah Republik Dominika menargetkan penilaian menyeluruh terhadap seluruh cadangan mineral ini selesai pada akhir tahun 2026. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan sertifikasi cadangan resmi pada awal tahun 2027, yang menjadi syarat utama sebelum operasi penambangan dan pemurnian skala besar dapat dikomersialkan.

Saat ini, para pejabat terkait masih melakukan studi kelayakan secara mendalam untuk menentukan porsi dari total 150 juta ton deposit tersebut yang paling menguntungkan secara ekonomi. Proses ini membutuhkan teknologi pemrosesan yang rumit untuk memisahkan logam berharga dari material tanah lainnya.

"Merupakan kabar baik bahwa sekutu AS memiliki akses ke sumber daya langka dan berharga ini. Saya menegaskan bahwa logam tanah jarang ini sepenuhnya milik Republik Dominika dan rakyatnya," ujar Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

2. Potensi logam tanah jarang jadikan Republik Dominika pusat teknologi baru

ilustrasi logam tanah jarang (www.ars.usda.gov/oc/Photo by Peggy Greb)

Ketersediaan logam tanah jarang dalam jumlah besar di wilayah Pedernales dilaporkan membuka peluang bagi Republik Dominika untuk masuk ke ekosistem manufaktur global. Negara ini berpotensi memasok komponen penting, seperti semikonduktor, perangkat kedirgantaraan, dan mesin pertahanan canggih. Logam seperti neodymium untuk kendaraan listrik, serta dysprosium dan terbium untuk sistem radar dan jet tempur, akan menjadi penggerak utama transformasi energi nasional untuk menekan emisi karbon.

"Pengembangan cadangan mineral ini merupakan bagian dari strategi besar transformasi energi dan pemanfaatan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Langkah ini akan memperkuat kedaulatan Dominika, mengurangi ketergantungan pada pihak luar, menekan emisi, sekaligus meningkatkan daya saing kita," ungkap Presiden Luis Abinader.

Pemanfaatan mineral strategis ini juga diproyeksikan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi tinggi di Republik Dominika. Rencana tersebut mencakup proyek bandara antariksa komersial di wilayah Oviedo, serta investasi besar untuk membangun gerbang pertukaran digital internasional pertama di Amerika Latin.

Menurut data Universitas Harvard, sektor mineral kritis ini akan memicu pertumbuhan ekonomi nasional hingga rata-rata 3,8 persen dalam satu dekade ke depan, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan pusat industri manufaktur baru yang dekat dengan pasar AS.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menilai bahwa letak geografis dan ketersediaan sumber daya ini sangat krusial bagi keamanan ekonomi kawasan.

"Anda memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri teknologi modern. Kita akan bekerja sama untuk memperluas kehadiran industri tersebut di negara sahabat yang aman," ungkap Rubio.

3. Kerja sama Dominika dan AS bangun rantai pasok mineral kritis

Bendera Dominika (unsplash.com/Ruddy Corporan)

Kerja sama eksplorasi mineral antara Republik Dominika dan AS di wilayah Pedernales menjadi langkah nyata untuk membangun rantai pasok global yang lebih aman dan beragam. Upaya ini bertujuan agar pasokan dunia tidak lagi bergantung pada dominasi tunggal negara tertentu di kawasan Asia, khususnya China.

Melalui berbagai forum internasional, AS berkomitmen memberikan bantuan teknis dan pendanaan strategis. Langkah ini dilakukan guna memastikan pengembangan sumber daya di Dominika memiliki standar transparansi dan efisiensi yang tinggi, sehingga mampu menarik investasi swasta berskala global.

Aliansi strategis ini didorong oleh kebutuhan bersama untuk menjaga stabilitas akses terhadap material pertahanan dan teknologi masa depan.

"Sangat penting untuk memiliki rantai pasokan mineral kritis yang andal dan beragam di seluruh dunia. Tentu jauh lebih baik jika sumber daya ini dikelola oleh negara sekutu, bukan oleh pihak lain di belahan dunia yang berbeda," ujar Rubio.

Ke depannya, kemitraan strategis ini tidak akan terbatas pada tahap penambangan mineral mentah saja. Kerja sama ini juga mencakup transfer teknologi untuk pengolahan dan hilirisasi di dalam negeri, agar rakyat Dominika mendapatkan nilai tambah ekonomi yang maksimal dari kekayaan alam mereka. Pemerintah Republik Dominika sendiri telah membentuk badan usaha milik negara, Empresa Minera Dominicana, untuk mengawasi seluruh proses operasional dan ekspor. Hal ini dilakukan guna menjamin setiap kebijakan sejalan dengan kepentingan nasional dan standar internasional yang ketat.

"Meski saat ini kami belum bisa mengumumkan detail resminya, kami sedang mendiskusikan peluang besar bagi kedua negara. Kemitraan unik ini akan menjadi langkah yang sangat bersejarah," ungkap Rubio.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team