Jakarta, IDN Times - Presiden Republik Dominika, Luis Abinader, mengumumkan penemuan cadangan mineral logam tanah jarang yang melebihi 150 juta ton dalam pidato kenegaraan tahunannya di hadapan Kongres Nasional, pada Jumat (27/2/2026). Penemuan ini menjadi titik balik bagi negara Karibia tersebut, yang kini bersiap menjadi pemasok utama material kritis dunia.
Eksplorasi sumber daya alam yang masif ini diyakini akan mengubah struktur ekonomi nasional Republik Dominika secara menyeluruh. Perubahan ini didorong oleh diversifikasi sektor pertambangan yang kini lebih bernilai tinggi dan berorientasi pada teknologi masa depan.
Material khusus ini sangat dibutuhkan oleh industri manufaktur teknologi tinggi secara global, mulai dari pembuatan sirkuit elektronik yang kompleks hingga pengembangan sistem energi terbarukan. Penemuan ini juga dinilai sangat penting untuk mendukung terciptanya rantai pasok global yang lebih tangguh, serta membantu pasar internasional mengurangi ketergantungan pasokan dari China.
