Jakarta, IDN Times - Komisi VII DPR RI merespons antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai daerah dalam sepekan terakhir.
"Nah, kami bertanya terkait dengan kenapa ada antrean di dalam satu minggu terakhir ini terjadi di berbagai tempat di SPBU-SPBU di kota-kota yang ada di Indonesia," kata Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Dia mengatakan berdasarkan hasil rapat dengan BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga, antrean tersebut diduga karena peralihan masyarakat dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi. Perubahan konsumsi tersebut membuat permintaan terhadap BBM subsidi meningkat.
"Dijelaskan bahwa terkait dengan antrean tersebut, mungkin disebabkan antara lain karena pertama, adanya shifting daripada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi, non-subsidi, beralih kepada BBM subsidi," ujarnya.
