Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Investasi Hilirisasi di RI Tembus Rp300,1 Triliun hingga Juni

Investasi Hilirisasi di RI Tembus Rp300,1 Triliun hingga Juni
ilustrasi seseorang sedang bekerja di smelter nikel yang menjadi bagian dari hilirisasi SDA (freepik.com/fanjianhua)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Realisasi investasi hilirisasi Indonesia semester I-2026 mencapai Rp300,1 triliun, naik 6,9 persen dari tahun sebelumnya dengan sektor mineral sebagai penyumbang terbesar senilai Rp206,5 triliun.
  • Sebanyak 75,7 persen investasi hilirisasi terjadi di luar Jawa dengan dominasi Sulawesi Tengah dan Maluku Utara; Penanaman Modal Asing mendominasi 70,9 persen atau Rp212,8 triliun.
  • Pada kuartal II-2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp152,7 triliun dengan bauksit menjadi komoditas utama dan Hong Kong tercatat sebagai investor asing terbesar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi bidang hilirisasi sepanjang semester I-2026 (Januari-Juni) mencapai Rp300,1 triliun.

"Total kontribusi investasi di bidang hilirisasi ini mencapai hampir 30 persen atau 29,7 persen, peningkatan 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dalam konferensi pers, Kamis (16/7/2026).

Sektor mineral mendominasi dengan capaian Rp206,5 triliun. Komoditas nikel memimpin sebesar Rp71,0 triliun, disusul bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi baja Rp30,2 triliun, pasir silika Rp5,9 triliun, serta komoditas lain seperti timah dan emas Rp8,2 triliun.

Selanjutnya, sektor perkebunan dan kehutanan meraup Rp54,4 triliun yang bersumber dari kelapa sawit Rp29,5 triliun, kayu log Rp16,3 triliun, karet Rp5,0 triliun, serta komoditas lain Rp3,6 triliun. Sektor minyak dan gas bumi menyumbang Rp35,4 triliun yang terbagi atas minyak bumi Rp26,4 triliun dan gas bumi Rp9,0 triliun.

Sementara itu, sektor perikanan dan kelautan membukukan Rp3,8 triliun melalui komoditas seperti garam, ikan tuna, cakalang, tongkol, udang, rumput laut, rajungan, dan tilapia.

1. Luar Jawa kuasai investasi hilirisasi semester I

ilustrasi proses hilirisasi (pexels.com/Kateryna Babaieva)
ilustrasi proses hilirisasi (pexels.com/Kateryna Babaieva)

Distribusi investasi hilirisasi selama enam bulan pertama didominasi Sulawesi Tengah Rp56,1 triliun, diikuti Maluku Utara Rp53,9 triliun, Jawa Barat Rp25,8 triliun, Nusa Tenggara Barat Rp23,5 triliun, dan Jawa Timur Rp17,5 triliun.

"Tapi memang kalau kita lihat sedikit investasi di bidang hilirisasi ini didominasi justru paling di luar Jawa ya. Di luar Jawa kurang lebih 75,7 persen ini atau Rp227,3 triliun," kata dia.

Berdasarkan jenis modal, Penanaman Modal Asing (PMA) mendominasi sebanyak 70,9 persen dengan nilai Rp212,8 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi 29,1 persen atau Rp87,3 triliun.

Hong Kong menjadi negara asal foreign direct investment (FDI) atau investasi asing langsung di Indonesia terbesar dengan Rp75,2 triliun, disusul Singapura Rp65,7 triliun, China Rp28,3 triliun, Jepang Rp8,7 triliun, dan Amerika Serikat Rp8,1 triliun.

2. Capaian kuartal II-2026 sentuh Rp152,7 triliun

ilustrasi kawasan industri untuk mendukung hilirisasi SDA (pexels.com/Tom Fisk)
ilustrasi kawasan industri untuk mendukung hilirisasi SDA (pexels.com/Tom Fisk)

Khusus periode kuartal II-2026, realisasi investasi hilirisasi mengantongi Rp152,7 triliun atau naik 5,7 persen secara tahunan. Capaian tersebut menyuplai 29,8 persen dari total investasi kuartal kedua.

Pada periode tersebut, sektor mineral mengumpulkan Rp108,2 triliun, di mana bauksit menjadi penyumbang terbesar senilai Rp40,1 triliun. Posisi berikutnya ditempati nikel Rp29,4 triliun, tembaga Rp16,7 triliun, besi baja Rp13,2 triliun, pasir silika Rp4,0 triliun, dan komoditas lainnya Rp4,7 triliun.

"Nah ini kalau kita lihat, biasanya itu nikel, ya, kan selalu nomor satu. Nah ini ada shifting nih, bauksit. Bauksit ini nomor satu, biasanya kita tahu selalu nikel. Nah ini ada shifting bauksit," ujar Rosan.

Sektor perkebunan dan kehutanan mencatat Rp24,6 triliun, meliputi kelapa sawit Rp11,2 triliun, kayu log Rp9,3 triliun, karet Rp2,6 triliun, dan komoditas lain Rp1,5 triliun. Sektor minyak dan gas bumi menyumbang Rp17,7 triliun yang terdiri dari minyak bumi Rp12,8 triliun dan gas bumi Rp4,9 triliun, sedangkan sektor perikanan dan kelautan Rp2,2 triliun.

3. Hong Kong jadi investor asing utama di kuartal II

Ilustrasi hilirisasi menambah lapangan pekerjaan (pexels,com/Elevate)
Ilustrasi hilirisasi menambah lapangan pekerjaan (pexels,com/Elevate)

Aliran modal luar Jawa pada kuartal kedua mencapai Rp116,0 triliun atau 75,9 persen, mengungguli wilayah Jawa yang menyerap Rp36,7 triliun atau 24,1 persen. PMA masih memegang porsi terbesar senilai Rp114,4 triliun atau 75 persen, berbanding PMDN sebesar Rp38,3 triliun atau 25 persen.

Maluku Utara menempati urutan pertama lokasi hilirisasi terbesar dengan Rp35,3 triliun, disusul Sulawesi Tengah Rp32 triliun, Jawa Barat Rp12,8 triliun, Nusa Tenggara Barat Rp10,7 triliun, dan Jawa Timur Rp10,4 triliun.

Hong Kong memimpin pasokan investasi asing senilai Rp52,4 triliun, diikuti Singapura Rp29,8 triliun, China Rp10,7 triliun, Jepang Rp4,0 triliun, serta Amerika Serikat Rp3,9 triliun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More