Jakarta, IDN Times - Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyatakan rupiah yang terus melemah sampai saat ini merupakan symptom atau gejala ekonomi bermasalah.
Selain itu, nilai tukar mata uang diibaratkan Wijayanto sebagai suhu badan. Suhu badan ini bisa jadi indikasi tingkat kesehatan seseorang. Suhu tidak normal merupakan symptom seseorang sedang memiliki permasalahan kesehatan.
"Rupiah melemah, symptom ekonomi bermasalah. Dalam enam bulan terakhir, rupiah mengalami depresiasi sebesar 7,29 persen terhadap dolar AS," ujar Wijayanto dalam paparannya, dikutip Selasa (2/6/2026).
