Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Purbaya Buka Suara Soal Potensi Ekspor Ilegal BBM Subsidi

Purbaya Buka Suara Soal Potensi Ekspor Ilegal BBM Subsidi
ilustrasi kapal tanker minyak (pexels.com/abdo alshreef)
Intinya Sih
  • Purbaya menilai potensi ekspor ilegal BBM subsidi kecil karena pengawasan makin ketat lewat Satgas, Angkatan Laut, dan sistem Bea Cukai yang kini lebih efektif.
  • Ia mengakui celah penyelundupan tak bisa ditutup sepenuhnya, namun pemerintah terus mempersempit ruang gerak pelaku dengan instruksi tegas untuk menindak setiap barang selundupan.
  • Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan melindungi daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menanggapi pertanyaan mengenai kekhawatiran adanya potensi praktik ekspor ilegal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Hal itu tak lepas dari disparitas harga BBM di dalam negeri yang lebih murah dibandingkan dengan harga pasar internasional, sehingga berpotensi memicu celah praktik penyelundupan ke luar negeri.

"Ada yang nanya juga kemarin gimana tentang (BBM)? Kan di sini lebih murah dibanding luar negeri, gimana cara kita mengatasi ilegal ekspor BBM bersubsidi keluar? Ini kan kalau saya pikir sih enggak mungkin," katanya di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (21/4/2026).

1. Ruang gerak pelaku penyelundupan semakin sempit

20260421_145343.jpg
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)

Purbaya menjelaskan saat ini ruang gerak bagi para pelaku penyelundupan telah semakin menyempit. Dia menyebut sejumlah langkah mitigasi yang telah berjalan.

Hal itu mulai dari peran aktif satuan tugas (satgas), pengawalan ketat di perairan oleh Angkatan Laut (AL), hingga peningkatan sistem pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan masa lalu.

"Sekarang sudah susah (menyelundupkan) karena Satgas PKH, ada Angkatan Laut yang ngawal terus di situ, Bea Cukai juga lebih bagus sekarang dibanding dulu ya," ujar dia.

2. Purbaya akui celah tak bisa ditutup 100 persen

20260421_145338.jpg
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)

Purbaya mengakui menutup celah penyelundupan hingga 100 persen merupakan tantangan yang sulit, namun dia menegaskan pemerintah akan terus mempersempit ruang gerak oknum pelaku.

Dia menegaskan dia telah memberikan instruksi yang jelas kepada jajaran di lapangan untuk menindak tegas atau menyikat setiap barang yang terbukti diselundupkan.

"Jadi enggak mungkin ketutup 100 persen, tapi mereka akan semakin susah. Karena perintahnya clear, barang selundupan sikat. Kira-kira begitu," paparnya.

3. Harga BBM subsidi di Indonesia tak naik sampai akhir tahun

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

​Pemerintah memastikan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026. Meski harga minyak mentah dunia saat ini menunjukkan tren peningkatan, pemerintah menyatakan kebijakan harga tersebut tetap dipertahankan.

Langkah itu diambil sebagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar global yang tidak menentu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More