Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas perhiasan menjadi faktor utama penahan laju inflasi pada Maret 2026. Setelah mengalami kenaikan selama 32 bulan berturut-turut, komoditas ini akhirnya berbalik arah dan mencatatkan deflasi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, emas perhiasan mengalami deflasi sebesar 1,17 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,03 persen. Penurunan ini turut meredam tekanan inflasi di tengah meningkatnya permintaan selama periode Ramadan dan Lebaran.
"Komoditi emas perhiasan mengalami deflasi selama 32 bulan berturut-turut mengalami inflasi dan baru saat ini komoditi emas mengalami deflasi," ujarnya dalam Konferensi Pers BPS, Rabu (1/4/2026).
