Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mudik Menggeliat, Inflasi Transportasi Ikut Menanjak

Mudik Menggeliat, Inflasi Transportasi Ikut Menanjak
Suasana mudik di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
  • BPS mencatat inflasi kelompok transportasi meningkat selama Ramadan dan Lebaran 2026, dipicu lonjakan mobilitas masyarakat serta kenaikan harga bensin dan tarif angkutan antarkota.
  • Beberapa moda transportasi seperti pesawat, tol, kapal laut, ASDP, dan kereta api justru alami deflasi berkat adanya stimulus diskon tarif selama periode Lebaran 2026.
  • Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat deflasi terendah empat tahun terakhir, dipengaruhi turunnya harga emas perhiasan setelah 32 bulan berturut-turut mengalami inflasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mencatat kelompok transportasi mengalami inflasi pada momen Ramadan dan Lebaran 2026. Ini seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode tersebut.

"Dalam lima tahun terakhir, inflasi kelompok transportasi hampir selalu terjadi pada periode Ramadan dan Lebaran. Tekanan inflasi bahkan cenderung lebih tinggi saat Lebaran dibandingkan awal Ramadan, dengan pengecualian pada 2022 dan 2025," ucapnya dalam Konferensi Pers BPS, Rabu (1/4/2026).

1. Bensin memberikan andil sebesar 0,04 persen

Mudik Menggeliat, Inflasi Transportasi Ikut Menanjak
ilustrasi inflasi (unsplash.com/@joa70)

Ateng merinci, komoditas yang paling besar menyumbang inflasi pada kelompok ini adalah bensin dan tarif angkutan antarkota.

"Bensin memberikan andil sebesar 0,04 persen terhadap inflasi umum, sedangkan tarif angkutan antarkota menyumbang 0,03 persen," tuturnya.

2. Sejumlah moda transportasi umum justru deflasi

Mudik Menggeliat, Inflasi Transportasi Ikut Menanjak
Sejumlah calon penumpang kereta api berkumpul di peron Stasiun Tawang Semarang untuk menunggu kedatangan kereta api. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Meski begitu, sejumlah komponen transportasi justru menahan laju inflasi. Tarif angkutan udara tercatat mengalami deflasi dengan andil sebesar 0,03 persen.

Selain itu, tarif jalan tol, angkutan laut, ASDP, dan kereta api juga mengalami penurunan atau deflasi. Berikut rinciannya:

  • Tarif jalan tol turun sebesar 0,87 persen
  • Tarif angkutan laut turun sebesar 7,45 persen
  • Tarif ASDP mengalami penurunan sebesar 3,17 persen
  • Tarif kereta api turun sebesar 3,18 persen.

BPS menilai, deflasi ini dipengaruhi oleh pemberian stimulus berupa diskon tarif transportasi selama periode Lebaran 2026.

3. Emas perhiasan catatkan deflasi, setelah 32 bulan alami inflasi

perhiasan
ilustrasi perhiasan (pexels.com/Pixabay)

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut mencatatkan deflasi sebesar 0,21 persen dengan andil 0,01 persen, menjadi yang terendah dalam empat tahun terakhir.

"Emas perhiasan menjadi komoditas utama yang menahan inflasi pada kelompok tersebut. Setelah mengalami inflasi selama 32 bulan berturut-turut, komoditas ini akhirnya mencatat deflasi pada Maret 2026," ujarnya.

BPS mencatat, deflasi emas perhiasan mencapai 1,17 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,03 persen, sehingga turut meredam tekanan inflasi secara keseluruhan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More