Euro kembali tertekan setelah kekhawatiran terhadap kondisi keuangan Prancis meningkat. Mata uang tersebut turun ke level terendah dalam 17 bulan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sementara yield obligasi pemerintah Prancis naik hingga 4,8 persen. Kondisi ini membuat investor kembali menyoroti besarnya utang dan defisit Prancis.
Masalahnya bukan hanya soal seberapa besar utang yang dimiliki pemerintah Prancis. Investor juga memperhatikan kemampuan pemerintah mengendalikan pengeluaran, menjaga defisit, dan mempertahankan kepercayaan pasar terhadap kondisi keuangan negara. Lantas, apa yang sebenarnya dikhawatirkan investor hingga tekanan terhadap Prancis ikut berdampak pada euro?
