Jakarta, IDN Times - Lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch Ratings menyoroti potensi perluasan mandat Bank Indonesia (BI) yang dinilai dapat menambah kompleksitas tugas bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Sorotan tersebut muncul setelah Fitch merevisi outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, sementara peringkat utang jangka panjang tetap dipertahankan di level BBB dalam draf laporan yang beredar pada Rabu (4/3/2026).
"Sikap moneter yang dovish serta potensi perluasan mandat untuk mendukung pertumbuhan dan penciptaan kerja dapat menyulitkan BI menjaga stabilitas inflasi, nilai tukar, dan sistem keuangan jika tekanan arus keluar modal meningkat," tegas Fitch.
Selain itu, Fitch memperkirakan inflasi Indonesia akan tetap berada dalam kisaran target BI sebesar 2,5 persen ±1 poin persentase. Sejak September 2025, BI tercatat mempertahankan suku bunga kebijakan di level 4,75 persen, dengan memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.
