Fokus investor juga tertuju pada risalah pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) pada Maret. Risalah tersebut menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), ternyata masih berencana untuk menurunkan suku bunga tahun ini.
"Menurut risalah FOMC bulan Maret yang dirilis pada hari Rabu, para pejabat Fed masih memperkirakan akan menurunkan suku bunga tahun ini," kata Ibrahim.
Namun, rencana tersebut dibayangi oleh tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi akibat perang Iran dan kebijakan tarif. Para pembuat kebijakan menyatakan mereka harus tetap gesit dalam memantau dampak perang terhadap inflasi.
Selain itu, kondisi perekrutan tenaga kerja di Amerika Serikat terpantau sebagian besar stagnan atau tidak mengalami perkembangan berarti selama setahun terakhir.