CEK FAKTA: Benarkah Ekonomi RI Semester I Tertinggi 13 Tahun Terakhir?

- Presiden Prabowo menyatakan ekonomi Indonesia semester I 2026 tumbuh 5,45 persen, di tengah kenaikan harga energi global, suku bunga tinggi, tekanan nilai tukar, dan gangguan perdagangan dunia.
- Data BPS mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan, menjadi pertumbuhan kuartal pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
- Pertumbuhan kuartal I 2026 melampaui kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen dan kuartal I 2025 sebesar 4,87 persen; cek fakta IDN Times menyatakan klaim Prabowo benar berdasarkan data BPS.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto sebut perekonomian Indonesia pada semester I 2026 sebesar 5,45 persen, sekaligus jadi yang tertinggi selama 13 tahun terakhir. Capaian itu diungkap Prabowo dalam Penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo awalnya mengatakan Indonesia memasuki 2026 dalam keadaan dunia yang tak menentu dan tidak mudah. Ketidakmudahan itu terlihat dari harga energi di seluruh dunia meningkat karena perang, suku bunga global tinggi dan masih bisa naik lagi, serta nilai tukar berbagai negara tertekan dan ketegangan geopolitik mengganggu perdagangan dunia.
“Namun, di tengah tekanan tersebut, perekonomian Indonesia tetap berdiri tegak. Ekonomi kita pada semester pertama tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat,” ujarnya.
Lalu apakah benar demikian?
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 atau periode Januari-Maret 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan year on year (YoY). Capaian tersebut menjadi pertumbuhan kuartal pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir dan dinilai sebagai hasil percepatan belanja negara sejak awal tahun.
Catatan data BPS menyebutkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal I 2013 sebesar 6,03 persen.
Sejalan dengan pertumbuhan kuartal I 2026 tersebut, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat mencapai Rp 6.187,2 triliun.
Pertumbuhan ekonomi periode Januari-Maret 2026 itu juga lebih tinggi dibandingkan kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen YoY maupun kuartal I 2025 sebesar 4,87 persen YoY.
Dengan demikian, berdasarkan cek fakta IDN Times, prnyataan Prabowo Subianto terkait perekonomian Indonesia pada semester I jadi yang tertinggi selama 13 tahun terakhir adalah benar berdasarkan data BPS.














