Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Beberkan Capaian APBN hingga Juli, Defisit Terkendali

Prabowo Beberkan Capaian APBN hingga Juli, Defisit Terkendali
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). (Dok. DPR-RI)
  • Presiden Prabowo menyatakan ekonomi Indonesia pada semester pertama 2026 tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir, dengan inflasi terkendali dan permintaan domestik tetap kuat.
  • Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara naik 21,3 persen secara tahunan, sementara belanja negara tumbuh 18,2 persen untuk menjaga daya beli dan pelayanan publik.
  • Meski belanja meningkat, defisit APBN tercatat 0,91 persen terhadap PDB; pemerintah menekankan dukungan bagi rakyat berjalan bersamaan dengan disiplin fiskal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perekonomian Indonesia pada semester pertama tahun ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya, Jumat (14/8/2026).

"Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir," kata Prabowo.

Di saat yang sama, laju inflasi tetap berada dalam kondisi terkendali dan permintaan domestik terus menunjukkan tren kuat. Pengelolaan APBN pun dinilai berjalan secara optimal.

Hingga akhir Juli, pendapatan negara tercatat mengalami kenaikan hingga 21,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi bentuk peningkatan yang tergolong signifikan.

Sementara itu, belanja negara juga tumbuh sebesar 18,2 persen. Pengeluaran anggaran tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta menggerakkan roda perekonomian.

"Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91 persen terhadap produk domestik bruto," ujar Prabowo.

Kondisi tersebut dinilai sebagai bukti kebijakan yang berpihak kepada rakyat dapat berjalan berdampingan dengan disiplin fiskal. Pemerintah tidak memilih salah satu antara pertumbuhan atau kehati-hatian, melainkan menjalankan keduanya secara bersamaan.

"Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN, kita melakukan kedua-duanya," katanya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More