Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gojek Turunkan Potongan Tarif Ojol dari 20 Persen Jadi 8 Persen

Gojek Turunkan Potongan Tarif Ojol dari 20 Persen Jadi 8 Persen
Ilustrasi Gojek. (Dok. GoTo)
Intinya Sih
  • Gojek menurunkan potongan tarif pengemudi ojol dari 20 persen menjadi 8 persen sesuai arahan Presiden Prabowo, tanpa mengubah harga layanan GoRide Reguler bagi konsumen.
  • Perusahaan menghentikan program langganan GoRide Hemat untuk pengemudi setelah dianggap diskriminatif, demi menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan.
  • Layanan GoRide Hemat akan mengalami penyesuaian harga bagi konsumen seiring penerapan potongan baru, dengan fokus menjaga kesejahteraan mitra dan keterjangkauan pengguna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan menurunkan potongan tarif pengemudi ojek online (ojol) dari 20 persen menjadi 8 persen. Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo mengatakan pihaknya menaati perintah Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 lalu.

“Perusahaan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan roda dua sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini akan menyesuaikan komponen pendapatan Perusahaan dari layanan transportasi online roda dua (GoRide), namun hal ini merupakan investasi jangka panjang demi ekosistem yang lebih berkesinambungan,” kata Hans dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

1. Gojek pastikan tarif yang dibayar konsumen tetap untuk layanan reguler

ilustrasi Gojek (pixabay.com/Zaeyanchan)
ilustrasi Gojek (pixabay.com/Zaeyanchan)

Dengan demikian, dari setiap perjalanan, pengemudi ojol mendapatkan pendapatan 92 persen dari biaya perjalanan yang dibayar konsumen, dari semula hanya 80 persen. Gojek memastikan skema itu tidak akan membebani konsumen layanan Gojek Reguler.

“Kami akan berupaya agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk GoRide Reguler. Kami berharap dengan penyesuaian ini, jumlah order dari konsumen akan tetap stabil hingga pada akhirnya, pendapatan total bagi mitra pengemudi akan terjaga,” ucap Hans.

2. Gojek hapus program langganan GoRide Hemat untuk pengemudi

ilustrasi Gojek, ojek online
ilustrasi Gojek, ojek online (unsplash.com/Fikri Rasyid)

Gojek juga akan mengabulkan tuntutan ojol, yakni penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk pengemudi ojol.

Sebelumnya, Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) mengatakan skema itu bersifat diskriminatif, karena aplikator memprioritaskan pesanan kepada pengemudi ojol yang berlangganan program GoRide Hemat. Jika tidak berlangganan, pengemudi ojol kesuloitan mendapatkan pesanan.

“Gojek memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat. Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak,” tulis Gojek.

3. Tarif GoRide Hemat bagi konsumen bakal terkena penyesuaian

IMG_4623.png
Ilustrasi pengguna aplikasi Gojek memesan layanan Gosend. (dok. Gojek)

Pada layanan GoRide Hemat, Gojek juga menerapkan skema potongan 8 persen. Namun, dengan penyesuaian itu, maka akan ada penyesuaian harga layanan GoRide Hemat yang diterima konsumen.

“Gojek memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat. Penyesuaian ini akan bermanfaat bagi mitra pengemudi dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi,” tulis Gojek.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More