Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Soal Kabar Pembentukan Badan Khusus Ekspor, Rosan: Tunggu Besok Saja

Soal Kabar Pembentukan Badan Khusus Ekspor, Rosan: Tunggu Besok Saja
Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Rosan Roeslani belum memberikan keterangan terkait isu pembentukan badan khusus ekspor oleh Presiden Prabowo dan meminta publik menunggu penjelasan resmi pemerintah besok.
  • Isu yang beredar menyebutkan pemerintah akan membentuk lembaga baru untuk mengatur ekspor komoditas strategis seperti CPO dan batu bara.
  • Dalam skema yang ramai dibicarakan, eksportir tidak lagi mengekspor langsung ke pembeli luar negeri, melainkan melalui badan khusus tersebut sebagai perantara perdagangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani belum mau buka suara terkait isu pembentukan badan khusus ekspor oleh Presiden Prabowo Subianto.

Saat ditanya mengenai rencana pembentukan badan ekspor di bawah Danantara, Rosan meminta agar publik menunggu penjelasan resmi pemerintah yang akan disampaikan besok.

"Sudah, nunggu besok saja ya," kata Rosan kepada jurnalis saat ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ketika kembali ditanya apakah badan ekspor tersebut benar akan dibentuk, Rosan lagi-lagi belum bersedia memberikan penjelasan. Dia hanya meminta untuk menunggu penjelasan resmi.

"Ya udah tunggu besok. Entar ada penjelasan besok semua," kata pria yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

Sebelumnya, beredar rumor pemerintah akan membentuk badan khusus untuk ekspor komoditas strategis. Dalam skema yang ramai dibicarakan pasar, eksportir disebut tidak lagi melakukan ekspor langsung ke pembeli luar negeri.

Isu tersebut menyebut badan khusus itu nantinya akan menjadi perantara perdagangan ekspor komoditas strategis Indonesia, yakni minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan batu bara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Latest in Business

See More