Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Grand Inna Malioboro Bakal Dibuka Lagi Sebelum Lebaran

Grand Inna Malioboro Bakal Dibuka Lagi Sebelum Lebaran
Ilustrasi Grand Hotel De Djokja. (Dok. InJourney)
Intinya Sih
  • Grand Inna Malioboro di Yogyakarta akan dibuka kembali pada 16 Maret 2026 dengan nama aslinya, Grand Hotel De Djokja, sebagai penghormatan terhadap sejarah dan arsitektur tahun 1911.
  • Hotel ini memiliki nilai historis tinggi karena pernah menjadi saksi perjuangan Jenderal Soedirman serta mengalami beberapa kali pergantian nama sejak masa kolonial hingga kini.
  • Saat soft opening, InJourney Hospitality menawarkan harga spesial mulai Rp1.911.000 per malam dan menghadirkan 210 kamar termasuk Sudirman Suite serta fasilitas modern berkapasitas besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality akan kembali membuka hotel bersejarah di Malioboro, Yogyakarta yang saat ini tutup, yakni Grand Inna Malioboro. Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat mengatakan Grand Inna Malioboro bakal dibuka lagi dengan menggunakan nama Grand Hotel De Djokja, nama yang digunakan saat hotel bersejarah itu pertama berdiri pada 1911 silam.

"Alhamdulillah, puji Tuhan, 16 Maret 2026, kita akan melakukan soft opening salah satu hotel InJourney di area Marioboro. Jadi namanya adalah Grand Hotel De Djokja," kata Christine dalam konferensi pers di Mal Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

1. Jadi saksi perjuangan Jenderal Soedirman

IMG_9495.jpeg
Konferensi pers InJourney Hospitality. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Grand Hotel De Djokja berdiri pada 1911, yang dibangun oleh arsitek Belanda. Hotel itu menjadi tempat persinggahan para bangsawan serta pejabat. Pada 1942, Grand Hotel De Djokja berganti nama menjadi Hotel Asahi, kemudian Hotel Garuda (1948), Inna Garuda (2001), hingga Grand Inna Malioboro (2017).

Selain menjadi salah satu hotel tertua di Yogyakarta, Grand Hotel De Djokja pernah menjadi saksi perjuangan Jenderal Soedirman saat mempertahankan kedaulatan negara. InJourney mengembalikan nama hotel itu ke nama aslinya sebagai bentuk penghormatan sejarah.

"Hotel ini merupakan saksi sejarah Bapak Panglima Besar Jenderal Soedirman pada saat mempertahankan kedaulatan negara. Jadi kita mengembalikan namanya, mengembalikan arsitekturnya ke tahun dia didirikan yaitu 1911," ucap Christine.

2. Bakal beri harga diskon saat soft opening

IMG-20251101-WA0004.jpg
Ilustrasi Grand Hotel De Djokja. (Dok. InJourney)

Untuk menarik pengunjung, InJourney Hospitality bakal memberikan harga diskon untuk pemesanan kamar saat soft opening.

"Nah untuk soft opening special, kita akan mulai dari Rp1.911.000 per malam, sesuai dengan tahun berdirinya," tutur Christine.

3. Punya 210 kamar

IMG-20251101-WA0006.jpg
Ilustrasi Grand Hotel De Djokja. (Dok. InJourney)

InJourney Hospitality juga mambangun dengan konsep yang berkaitan dengan Jenderal Soedirman, seperti terdapat meja kerja yang terinspirasi dari ruang yang pernah digunakan oleh pahlawan negara itu.

"Salah satu tipe kamar juga dinamakan Sudirman Suite untuk menghormati tokoh tersebut," tutur Christine.

Secara keseluruhan, Grand Hotel De Djokja memiliki 210 kamar, di mana 16 kamar berada di bagian heritage yang mempertahankan karakter bangunan lama. Hotel itu memiliki fasilitas kamar grand deluxe, executive suite, kolam renang, ballroom dengan kapasitas 800 hingga 900 orang, dan ruang rapat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More