Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Heboh Minyakita Langka, Bos Bulog Ungkap Penyebabnya

Heboh Minyakita Langka, Bos Bulog Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi MinyaKita. (Dok. Bapanas)
Intinya Sih
  • Bulog menjelaskan kelangkaan Minyakita terjadi karena distribusi hanya dilakukan ke pasar terdaftar di SP2KP dan pengecer dengan NIB, bukan ke ritel modern atau pasar non-tradisional.
  • Stok Minyakita di pasar SP2KP dan pengecer resmi dipastikan aman, dengan pemantauan melalui aplikasi peta sebaran yang menunjukkan kondisi distribusi stabil sejak minggu lalu.
  • Bulog bersama BUMN pangan lain hanya menyalurkan 35 persen DMO, sementara sisanya didistribusikan oleh produsen dan distributor lain yang juga berperan besar dalam ketersediaan Minyakita.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perum Bulog merespons fenomena kelangkaan Minyakita di pasaran. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Minyakita hanya didistribusikan ke pasar-pasar yang terdaftar di sistem milik Kementerian Perdagangan (Kemendag), yakni Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Selain itu, ke pasar-pasar tradisional dengan pengecer yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Jadi mungkin ada beberapa yang belum mengerti kalau memang di ritel-ritel modern atau pun di pasar-pasar di luar SP2KP dan non-tradisional, memang Bulog tidak menyalurkan Minyakita,” ucap Rizal di kantor pusat Perum Bulog, Jakarta, Senin (11/5/2026).

1. Stok Minyakita dipastikan aman di pasar-pasar SP2KP

Ilustrasi MinyaKita.
Ilustrasi MinyaKita. (Dok. Bapanas)

Rizal memastikan, stok Minyakita di pasar-pasar yang terdaftar dalam SP2KP, dan juga di pengecer yang memiliki NIB itu aman.

“Minyakita, monitor minyak kita itu cukup dengan peta sebaran Minyakita. Nah di situ aplikasi Minyakita ada. di situ sudah hijau semua alhamdulillah sejak minggu yang lalu,” tutur Rizal.

2. Bulog dan BUMN klaster pangan lain hanya salurkan 35 persen DMO

ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Bulog, Febby Novita mengatakan, Bulog juga bukan pemasok utama Minyakita. Sebab, dari 100 persen kewajiban penyaluran minyak goreng untuk Minyakita atau domestic market obligation (DMO), Bulog dan BUMN klaster pangan lainnya hanya diberikan porsi 35 persen.

“Karena kan kalau dari 100 persen DMO berarti Bulog itu cuman menyalurkan, ya enggak sampai 35, karena 35 itu kan bagi-bagi sama beberapa BUMN pangan yang lain,” tutur Febby.

3. Distributor lain juga punya andil besar

Ilustrasi minyak goreng bersubsidi Minyakita. (IDN Times/Daruwaskita)
Ilustrasi minyak goreng bersubsidi Minyakita. (IDN Times/Daruwaskita)

Febby mengatakan, distributor dan pihak lain juga punya andil besar dalam penyaluran Minyakita, mengingat porsi BUMN klaster pangan hanya 35 persen.

“Tapi kan banyak sisa dari produsen D1 dan lain-lain. Itu mungkin yang harus kita kerja sama duduk bersama, dengan mungkin para pemangku kebijakan, dengan produsen, mana-mana yang mereka juga distribusikan,” ucap Febby.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More