RAJA-RATU Gandeng Genting Kelola Gas Alam di Blok Kasuri Papua

- PT Rukun Raharja (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu (RATU) resmi bekerja sama dengan Genting Berhad untuk mengembangkan proyek gas alam dan FLNG terintegrasi pertama di Indonesia.
- Blok Kasuri di Papua Barat memiliki potensi besar mendukung ketahanan energi nasional, dengan kapasitas pasokan 230 mmscfd ke fasilitas FLNG dan tambahan 102 mmscfd untuk kebutuhan domestik.
- Kerja sama ini menjadi fondasi kemitraan jangka panjang RAJA Group dan Genting di sektor LNG, dengan target penyelesaian akuisisi hilir pada Juli 2026 dan hulu pada Februari 2027.
Jakarta, IDN Times - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) bersama anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Genting Berhad dalam proyek pengembangan gas alam dan Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) terintegrasi pertama di Indonesia.
Langkah ini menjadi ekspansi besar RAJA Group di sektor LNG dari hulu hingga hilir. Berikut fakta menarik di balik kerja sama strategis tersebut:
1. RAJA dan RATU akuisisi proyek LNG terintegrasi pertama di Indonesia

RAJA dan RATU melakukan dua transaksi strategis sekaligus dengan Genting. Di sisi hulu, RATU menandatangani Farm out Agreement (FOA) dengan Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. untuk mengambil alih 5 persen participating interest di Blok Kasuri.
Sementara di sisi hilir, RAJA menandatangani Share Sales and Purchase Agreement (SSPA) dengan Genting LNG Pte. Ltd. untuk mengakuisisi 5 persen saham PT Layar Nusantara Gas (PTLNG), perusahaan pengembang fasilitas midstream dan kapal FLNG pertama di Indonesia.
Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah penting bagi transformasi bisnis perusahaan.
“Kerja sama strategis dengan Genting ini merupakan langkah penting dalam perjalanan transformasi dan ekspansi bisnis RAJA Group,” ujar Djauhar dalam keterangan resminya, Senin (11/5/2026).
2. Blok Kasuri disebut punya potensi besar dukung ketahanan energi

Blok Kasuri yang berada di Papua Barat disebut memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional. Saat ini, blok tersebut telah memperoleh persetujuan pemerintah atas First Plan of Development untuk Lapangan Asap, Kido, dan Merah (AKM).
Lapangan AKM dirancang mampu memasok sekitar 230 mmscfd gas alam ke fasilitas FLNG berkapasitas 1,2 mtpa selama sekitar 18 tahun operasional. Selain itu, ada tambahan sekitar 102 mmscfd gas alam yang dialokasikan untuk kebutuhan domestik.
Djauhar menilai proyek ini punya peran strategis bagi masa depan LNG nasional.
“Kami melihat Blok Kasuri sebagai salah satu proyek strategis dengan potensi signifikan dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pengembangan ekosistem LNG Indonesia ke depan,” tutur dia.
3. Jadi awal kemitraan jangka panjang dengan Genting

Djauhar menyebut akuisisi ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa. Bagi perseroan, kerja sama tersebut menjadi fondasi awal untuk memperluas kemitraan strategis jangka panjang di sektor LNG terintegrasi.
Saat ini, kedua pihak juga tengah menjajaki peluang peningkatan partisipasi serta potensi kerja sama strategis lain di masa mendatang.
"Akuisisi hilir ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026, sedangkan akuisisi hulu diproyeksikan selesai paling lambat Februari 2027 setelah mendapatkan persetujuan regulator terkait," kata Djauhar.
![[QUIZ] Cari Tahu Ide Bisnis yang Cocok dari Shio Kamu](https://image.idntimes.com/post/20240328/10817217-19406371-d1bc7980c62d880a91283408a334e32a.jpg)
















