ilustrasi asuransi (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Kondisi ini sebenarnya menciptakan celah pasar baru yang sangat besar bagi industri finansial jika mereka mau beradaptasi. Untuk menjawab tantangan ini, riset IMGR 2027 merumuskan sejumlah saran dan solusi konkret yang harus segera diambil oleh pelaku industri:
Menyediakan Skema Premi Adaptif: Industri asuransi harus mulai meninggalkan kalender bulanan yang kaku untuk penagihan premi. Disarankan untuk menciptakan skema premi yang mengikuti arus kas riil nasabah, termasuk memberikan masa tenggang (grace period) yang realistis bagi wirausahawan musiman, serta opsi untuk mengurangi manfaat sementara waktu tanpa pembatalan polis ketika pendapatan mereka sedang menurun.
Menerapkan Underwriting Berbasis Transaksi Digital: Karena pekerja informal tidak memiliki slip gaji formal, penilaian kelayakan (underwriting) perbankan dan asuransi harus dialihkan berbasis rekam jejak transaksi keuangan digital. Perempuan yang menjalankan usaha mandiri meninggalkan jejak transaksi digital yang kaya dan dapat berfungsi sebagai indikator kapasitas pembayaran yang jauh lebih akurat daripada dokumen formal apa pun.
Reposisi Komunikasi dan Narasi Iklan: Sudah saatnya industri asuransi merombak cara mereka berkomunikasi. Selama iklan asuransi jiwa terus menampilkan figur "suami" sebagai satu-satunya subjek utama pelindung keluarga, para pencari nafkah perempuan tidak akan merasa terwakili atau diajak bicara. Strategi pemasaran harus diubah agar lebih inklusif dan mengakui peran perempuan sebagai pilar utama ekonomi keluarga.
Riset ini menegaskan bahwa female breadwinners bukan lagi segmen minoritas yang membutuhkan "produk khusus perempuan" yang bersifat kosmetik. Mereka adalah representasi dari masa depan ekonomi Indonesia yang fleksibel dan non-linear. Perusahaan yang bergerak lebih awal merespons sinyal ini berpeluang memenangkan pasar raksasa yang selama ini terabaikan.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.