Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Intinya sih...

  • Harga emas Antam naik Rp34 ribu per gram, tembus Rp2,772 juta per gram

  • Rincian harga emas hari ini: 0,5 gram: Rp1,436 juta; 1.000 gram: Rp2,712 miliar

  • Emas bisa menjadi instrumen diversifikasi portofolio dan pilihan investor konservatif

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp34 ribu per gram pada perdagangan Rabu (21/1/2026). Dengan demikian, emas Antam kini dibanderol Rp2,772 juta per gram.

Berdasarkan data situs logammulia.com, harga buyback juga naik dengan nominal yang sama sehingga dibanderol Rp2,612 juta per gram.

Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang QNPWP.

1. Rincian harga emas hari ini

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1,436 juta

  • Harga emas 1 gram: Rp2,772 juta

  • Harga emas 2 gram: Rp5,484 juta

  • Harga emas 3 gram: Rp8,201 juta

  • Harga emas 5 gram: Rp13,635 juta

  • Harga emas 10 gram: Rp27,215 juta

  • Harga emas 25 gram: Rp67,912 juta

  • Harga emas 50 gram: Rp135,74 juta

  • Harga emas 100 gram: Rp271,41 juta

  • Harga emas 250 gram: Rp678,26 juta

  • Harga emas 500 gram: Rp1,356 miliar

  • Harga emas 1.000 gram: Rp2,712 miliar.

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Emas jadi instrumen untuk diversifikasi portofolio

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

3. Emas jadi pilihan investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli.

Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya

Editorial Team