Harga Emas Antam Naik Rp102 Ribu, Dibanderol Rp2,946 Juta per Gram

- Harga emas Antam naik Rp102 ribu per gram, kini dibanderol Rp2,946 juta per gram.
- Rincian harga emas hari ini: mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram dengan harga yang berbeda-beda.
- Emas menjadi investasi yang cenderung naik untuk jangka panjang dan pilihan investor konservatif.
Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Rabu (4/2/2026). Emas Antam naik Rp102 ribu per gram, sehingga kini dibanderol Rp2,946 juta per gram.
Data situs Logam Mulia mencatat, harga buyback emas Antam juga ikut naik Rp86 ribu menjadi Rp2,710 juta per gram. Kenaikan ini menunjukkan tren positif di pasar logam mulia.
Harga buyback emas merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017. Aturan ini menjadi acuan resmi dalam transaksi pembelian kembali emas batangan.
PT Antam Tbk memberlakukan Pajak Penghasilan (PPh) 22 untuk penjualan kembali emas batangan di atas Rp10 juta. Besarannya 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen untuk yang tidak memiliki NPWP.
1. Rincian harga emas hari ini
Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
• Harga emas 0,5 gram: Rp1,523 juta
• Harga emas 1 gram: Rp2,946 juta
• Harga emas 2 gram: Rp5,832 juta
• Harga emas 3 gram: Rp8,723 juta
• Harga emas 5 gram: Rp14,505 juta
• Harga emas 10 gram: Rp28,995 juta
• Harga emas 25 gram: Rp72,262 juta
• Harga emas 50 gram: Rp144,445 juta
• Harga emas 100 gram: Rp288,812 juta
• Harga emas 250 gram: Rp721,765 juta
• Harga emas 500 gram: Rp1,443 miliar
• Harga emas 1.000 gram: Rp2,886 miliar
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP. Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
2. Emas jadi investasi yang cenderung naik untuk jangka panjang
Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.
Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.
Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.
3. Emas jadi pilihan investor konservatif
Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.
Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli.


















