Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Merangkak Naik, Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP
Kemasan baru Beras SPHP. (IDN Times/Trio Hamdani)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menambah pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak 1 juta ton untuk menjaga harga beras di tengah musim kemarau yang panjang.

Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, penambahan tersebut diputuskan dalam rapat bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dan Perum Bulog. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan alokasi SPHP sebanyak 828 ribu ton dan kini tersisa sekitar 80 ribu ton.

"Itu yang kita dulu putuskan 828 ribu sudah tinggal 80 ribu lagi, medium, SPHP itu. Kita tambah lagi tadi 1 juta (ton) SPHP medium. Jadi beras yang disubsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya Rp12 ribu, Rp12.500 paling mahal," kata pria yang akrab disapa Zulhas itu saat konferensi pers di kantornya, Senin (7/9/2026).

1. Hadapi musim paceklik

Ilustrasi tanah sawah mengering akibat kemarau di Semarang, Jawa Tengah. (IDN Times/Dhana Kencana)

Zulhas mengatakan, keputusan menambah pasokan SPHP diambil untuk menghadapi musim kemarau yang lebih kering tahun ini. Kondisi tersebut berbeda dengan tahun lalu ketika Indonesia mengalami kemarau basah.

Pada periode kemarau basah, hujan masih turun hingga Desember sehingga petani tetap bisa menanam padi. Produksi beras pun masih berjalan dan pasokan dari petani tetap tersedia di pasar.

"Kami, ini Pak Mentan, Bulog, baru saja rapat untuk mengatasi ini masuk ke musim kemarau yang kering. Jadi istilahnya itu paceklik. Kalau tahun lalu kita kemarau basah," ujarnya.

2. Produksi beras turun dan harga naik

Ilustrasi tanah sawah mengering akibat kemarau di Semarang, Jawa Tengah. (IDN Times/Dhana Kencana)

Tahun ini, kondisi kemarau lebih kering sehingga produksi padi petani hampir tidak ada. Menurut Zulhas, minimnya produksi membuat pasokan beras berkurang. Saat pasokan turun, harga beras di pasar mulai naik sekitar Rp100 hingga Rp200.

"Jadi nggak ada produksi. Oleh karena itu karena supply and demand, ya, tidak ada produksi pasti harganya naik. Ada naik Rp100, ada yang Rp200," kata Zulhas.

3. Tambahan SPHP untuk Oktober-Desember

Ilustrasi beras SPHP (Foto: IDN Times)

Karena itu, pemerintah menambah 1 juta ton SPHP medium untuk menjaga harga beras di pasar. Tambahan pasokan tersebut akan dialokasikan untuk periode Oktober, November, dan Desember.

Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) itu mengatakan, tambahan pasokan diperlukan karena musim kemarau yang panjang membuat tidak ada panen pada periode tersebut.

"Kita tambah satu juta lagi agar harga yang berada di pasar yang cenderung naik Rp100-200 itu bisa kita turunkan kembali. Ada 1 juta SPHP medium tambahan untuk Oktober, November, Desember. Karena ini nggak ada panen," tuturnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article