Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hashim Jamin Keluarganya Tak Akan Jadi Kontraktor Proyek 3 Juta Rumah

Hashim Jamin Keluarganya Tak Akan Jadi Kontraktor Proyek 3 Juta Rumah
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya Sih
  • Hashim Djojohadikusumo menegaskan dirinya dan keluarganya tidak akan terlibat sebagai kontraktor dalam proyek pembangunan 3 juta rumah yang sedang digalakkan pemerintah.
  • Program pembangunan 3 juta rumah diyakini Hashim mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen dengan efek ganda pada keadilan sosial dan percepatan ekonomi.
  • Hashim mencontohkan keberhasilan negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura dalam menggerakkan ekonomi melalui sektor perumahan untuk mencapai kesejahteraan merata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo memprediksi program pembangunan 3 juta rumah bakal memicu geliat ekonomi yang masif. Dia menyebut proyek tersebut akan menyerap banyak pasokan bahan bangunan mulai dari semen, besi, kayu, hingga kabel listrik dan kebutuhan mebel.

Hashim sempat berseloroh mengenai masa lalunya sebagai pemilik pabrik semen yang telah dijual pada 2001 silam.

"Sebetulnya saya dulu punya pabrik semen. Tapi sudah dijual tahun 2001, terpaksa dijual. Saya ingat-ingat ini, dengan program ini kalau saya punya pabrik semen aduh luar biasa. Tapi udah, sudah," kata Hashim dalam acara pencanangan pembangunan hunian dalam rangka mendukung program 3 juta rumah di Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).

1. Hashim jamin tak akan jadi kontraktor di program 3 juta rumah

WhatsApp Image 2026-01-28 at 4.13.24 PM.jpeg
Ilustrasi rumah subsidi. (Dok. BRI)

Meski melihat potensi bisnis yang besar, Hashim menegaskan dirinya dan keluarga tidak akan ikut campur dalam pengerjaan proyek 3 juta rumah. Jadi, tidak ada perusahaan miliknya maupun keluarga yang terlibat sebagai kontraktor dalam program perumahan rakyat itu.

"Dan kita sudah sepakat ya, dan saya sudah sepakat ya bahwa kalau saya pribadi dan keluarga saya tidak akan ikut andil ya, ini semua kontraktor-kontraktor kita tidak ada kaitan," tegasnya.

2. Program 3 juta rumah bisa dongkrak ekonomi hingga 8 persen

Komoditas Sawit
Pertumbuhan Ekonomi (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Lebih lanjut, Hashim meyakini program 3 juta rumah menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Menurutnya, program tersebut memiliki dampak ganda, yakni mewujudkan keadilan sosial sekaligus mempercepat laju ekonomi.

Dia optimistis angka pertumbuhan tersebut sangat mungkin tercapai, bahkan berpotensi melampaui target jika sektor properti dan perumahan dikelola secara maksimal.

"Kita bisa mendorong dan bisa mencapai 8 persen, bahkan saya yakin bisa lebih dari 8 persen laju pertumbuhan ekonomi. So kita, dengan program perumahan, kita bisa mencapai dua-duanya. Ya, keadilan sosial, dan juga pertumbuhan ekonomi yang cepat," kata dia.

3. Belajar dari kesuksesan ekonomi China hingga Singapura

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Hashim menjelaskan strategi menggenjot ekonomi lewat perumahan bukanlah hal baru. Ia merujuk pada sejarah ekonomi negara-negara besar seperti China, Jepang, Korea Selatan, hingga tetangga terdekat, Singapura.

Negara-negara tersebut dinilai sukses menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi yang pesat dengan pemerataan kesejahteraan rakyat. Hashim menekankan konsep makro ekonomi itu sangat mendasar dan sudah terbukti keberhasilannya di kancah internasional.

"Yang saya pelajari sejarah ekonomi China, juga demikian di Jepang, di Korea Selatan, juga tidak perlu jauh, itu di Singapura. Dua-duanya bisa mencapai. Kita bisa mencapai keadilan sosial sekaligus pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More