Jakarta, IDN Times - Board of Advisors Prasasti Hashim Djojohadikusumo menyebut perekonomian abu-abu (grey economy) di Indonesia diperkirakan mencapai 35 hingga 45 persen dari total perekonomian. Angka tersebut merujuk pada aktivitas ekonomi yang tidak tercatat dalam data resmi.
Hashim mengatakan, Bank Dunia memperkirakan perekonomian nominal Indonesia saat ini mencapai 1,5 triliun dolar AS. Namun, nilai sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar karena masih banyak aktivitas ekonomi yang belum tercatat.
"Artinya, perekonomian kita sebenarnya jauh lebih besar daripada angka yang selama ini dicatat dan diumumkan secara resmi. Ukurannya bukan hanya 1,5 triliun dolar AS, melainkan mendekati 2,1 triliun dolar AS. Nilainya mendekati Rp35 ribu triliun," kata Hashim dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, besarnya aktivitas ekonomi yang belum tercatat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara. Pemerintah menargetkan rasio penerimaan negara mencapai 18 persen dengan basis perekonomian yang lebih luas.
