potret bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)
Pemerintah Rusia mulai mencabut sebagian larangan ekspor diesel sejak 10 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan Kommersant. Sebelumnya, pembatasan tersebut diberlakukan akibat kelangkaan pasokan domestik setelah serangan pesawat nirawak Ukraina menghantam sejumlah kilang, sedangkan pencabutan tahap awal memungkinkan ekspor sebanyak 500 ribu ton ke pasar global.
Michelle Brouhard dari Kpler menilai pengiriman awal sebesar 300 ribu ton, setara 73 ribu barel per hari selama sebulan, kemungkinan tak memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak dunia. Dalam perhitungannya, Trump pada 9 Oktober 2026 sempat memperkirakan pasokan sebesar 300 ribu ton dalam waktu dekat, meningkat menjadi 500 ribu ton pada November dan mencapai 1 juta ton setelahnya, sementara AS mengekspor sekitar 1,5 juta barel per hari.
Putin menyebut harga diesel dunia langsung turun 5–6 persen tak lama setelah pengumuman tersebut. Atas penyesuaian aturan ekspor itu, Witkoff menyampaikan apresiasi saat pembicaraan berlangsung di St. Petersburg.
“Itu adalah contoh kita bekerja sama, saya ingin berterima kasih untuk itu,” katanya, dikutip Wion News.