Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hasil Deal Putin-Trump, Rusia Resmi Pasok Diesel ke AS
Pertemuan Donald Trump (kiri) dan Vladimir Putin (kanan) di Helsinki pada 16 Juli 2018. (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Rusia dijadwalkan mengirim tanker diesel perdana berkapasitas 40 ribu ton ke AS pada 22 Oktober 2026, setelah kesepakatan Donald Trump dan Vladimir Putin; tanker tambahan akan menyusul bertahap.
  • Moskow mencabut sebagian larangan ekspor diesel mulai 10 Oktober, membuka kuota 500 ribu ton. Pengiriman awal diperkirakan 300 ribu ton, sementara Putin menyebut harga diesel dunia turun 5–6 persen.
  • Di tengah kerja sama energi, Ukraina melaporkan serangan Rusia terhadap fasilitas energi dan korban sipil di beberapa wilayah. Rusia mengklaim menyerang gudang drone, gardu listrik, serta kapal bermuatan militer Ukraina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Rusia dijadwalkan mengirimkan tanker diesel pertamanya ke Amerika Serikat (AS) pada Kamis (22/10/2026). Pengiriman pasokan energi tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mencapai kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dokumen yang diperlukan untuk pengiriman itu kini hampir selesai diproses. Rusia juga telah menyiapkan sejumlah tanker tambahan yang akan diberangkatkan secara bertahap setelah kapal pertama berlayar.

1. Rusia menyiapkan tanker berkapasitas 40 ribu ton

ilustrasi kapal pengangkut minyak (unsplash.com/Fredick F.)

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengungkapkan bahwa kapal tanker yang disiapkan memiliki kapasitas 40 ribu ton, tetapi ia tak menyebutkan pelabuhan keberangkatannya. Dalam laporan TASS dan Prime pada Rabu (21/10/2026), Novak menyampaikan komitmen Rusia untuk memasok kebutuhan energi AS.

“Kami akan memenuhi kebutuhan AS, sejauh kemampuan kami,” kata Novak, dikutip Oil Price.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa Putin menekankan pentingnya komponen finansial dalam kerja sama tersebut. Di AS, harga eceran diesel telah bertahan di atas 6 dolar AS per galon (sekitar Rp107 ribu) per galon sejak September, di tengah keluhan Ukraina mengenai gangguan berbagi intelijen dan pembatasan sistem satelit Starshield.

Menurut laporan VZGLYAD, Putin juga telah memberi tahu Utusan AS Steve Witkoff mengenai jadwal keberangkatan tanker pertama. Dalam pertemuan mereka, Putin menyampaikan bahwa kapal tersebut akan berlayar dalam dua hingga tiga hari, disusul pengiriman berikutnya secara bertahap.

2. Rusia membuka kembali ekspor diesel ke pasar global

potret bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)

Pemerintah Rusia mulai mencabut sebagian larangan ekspor diesel sejak 10 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan Kommersant. Sebelumnya, pembatasan tersebut diberlakukan akibat kelangkaan pasokan domestik setelah serangan pesawat nirawak Ukraina menghantam sejumlah kilang, sedangkan pencabutan tahap awal memungkinkan ekspor sebanyak 500 ribu ton ke pasar global.

Michelle Brouhard dari Kpler menilai pengiriman awal sebesar 300 ribu ton, setara 73 ribu barel per hari selama sebulan, kemungkinan tak memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak dunia. Dalam perhitungannya, Trump pada 9 Oktober 2026 sempat memperkirakan pasokan sebesar 300 ribu ton dalam waktu dekat, meningkat menjadi 500 ribu ton pada November dan mencapai 1 juta ton setelahnya, sementara AS mengekspor sekitar 1,5 juta barel per hari.

Putin menyebut harga diesel dunia langsung turun 5–6 persen tak lama setelah pengumuman tersebut. Atas penyesuaian aturan ekspor itu, Witkoff menyampaikan apresiasi saat pembicaraan berlangsung di St. Petersburg.

“Itu adalah contoh kita bekerja sama, saya ingin berterima kasih untuk itu,” katanya, dikutip Wion News.

3. Rusia dan Ukraina melaporkan serangan terhadap fasilitas energi

ilustrasi Rusia dan Ukraina (unsplash.com/Marek Studzinski)

Perdana Menteri Ukraina Sergii Koretskyi mengonfirmasi serangkaian serangan terhadap fasilitas energi di Kyiv, Volyn, Odesa, dan Mykolaiv, menurut Interfax-Ukraine. Di Kyiv, serangan pesawat nirawak merusak gedung apartemen setinggi 24 lantai dan menewaskan dua orang, sedangkan serangan di Korotych, Kharkiv, menewaskan seorang perempuan berusia 81 tahun dan seorang pria berusia 83 tahun serta melukai 11 orang, termasuk dua anak-anak.

Di sisi lain, Interfax melaporkan klaim Kementerian Pertahanan Rusia bahwa pasukannya berhasil menghantam gudang pesawat nirawak di Poltava. Sasaran lain yang disebutkan meliputi Gardu Induk Nivki di Kyiv, yang memasok kebutuhan perusahaan pertahanan dan pusat logistik, serta kapal kargo bermuatan militer yang sedang menuju Odesa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article