HP Bakal PHK 6 Ribu Pekerja imbas Adopsi AI

- HP PHK 6 ribu pekerja untuk optimalisasi AI
- CEO HP ungkap tekanan imbas lonjakan harga chip memori
- CFO HP sukses dapatkan pendapatan dari AI komputer
Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), Hewlett Packard (HP) mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 6 ribu pekerja dalam 3 tahun ke depan. Keputusan ini untuk meningkatkan penggunaan artificial intelligence atau akal imitasi (AI).
Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan teknologi di AS sudah melakukan pemecatan pekerjanya. Pada akhir Oktober 2025, Amazon sudah melakukan pemecatan 14 ribu pekerja imbas optimalisasi penggunaan AI.
1. Dorong inovasi dan produktivitas menggunakan AI

HP mengungkapkan, PHK 6 ribu pekerja sebagai bagian dari optimalisasi penggunaan AI. Produsen komputer dan printer asal AS itu menyebut bahwa AI akan difungsikan untuk mendongkrak inovasi dan produktivitas.
Dilansir DPA International, HP akan mengalokasikan dana sebesar 650 juta dolar AS (Rp10,8 triliun) untuk menginvestasikan pada AI. Aplikasi AI tersebut akan digunakan secara luas dalam pemrograman dan analisis data seperti yang dilakukan oleh perusahaan teknologi AS lainnya.
Pada Februari, HP sudah mengurangi 1.000 hingga 2.000 posisi di perusahaannya. Hingga akhir Oktober 2025, perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California tersebut memiliki sekitar 58 ribu pekerja.
2. Tekanan imbas lonjakan harga chip memori

CEO HP, Enrique Lores mengungkapkan, pekerja di divisi pengembangan produk, operasi internal, dan dukungan pelanggan akan terdampak besar pada pemecatan. Sebab ketiga divisi tersebut akan tergantikan dengan pengembangan AI.
“Kami berharap inisiatif ini akan membuat kami mencapai 1 miliar dolar AS (Rp16,6 triliun) untuk simpanan dalam 3 tahun ke depan. Kami akan menerapkan ini sebagai langkah paling bijak menurunkan harga pasokan konfigurasi memori dan pergerakan harga,” tutur Lores, dikutip dari CNN.
Sebagai informasi, harga chip memori global melonjak imbas naiknya permintaan untuk pusat data. Dengan ini, profit dari perusahaan elektronik di berbagai negara, seperti HP, Dell, dan Acer terus mengalami tekanan.
3. HP berhasil dapatkan pendapatan dari AI komputer

CFO HP, Karen Parkhill mengungkapkan keberhasilan mencapai target pendapatan pada kuartal ketiga 2024. Keberhasilan ini didorong oleh tingginya permintaan AI untuk komputer dan pembaruan dari Windows 11.
“Kami tetap percaya diri dalam kekuatan kesempatan pasar komputer dan mengharapkan untuk melanjutkan momentum dari pembaruan Windows 11 dan adopsi dari AI PC,” ujarnya, dikutip dari RTE.
Sementara itu, hasil ini adalah dampak perubahan besar imbas kebijakan perdagangan AS yang membuat produsen komputer untuk melanjutkan keseimbangan rantai pasokan. Sebab terdapat kenaikan harga dan ancaman ketidakpastian.

















