ilustrasi distribusi BBM oleh Pertamina. (dok. IDN Times)
Selain menjaga harga tetap stabil, pekerjaan rumah lain yang tak kalah penting untuk Pertamina adalah memastikan energi benar-benar sampai ke tangan masyarakat, dari Sabang sampai Merauke.
Data Pertamina Patra Niaga menunjukkan sepanjang 2025 penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai koridor kuota dan ketentuan pemerintah. Adapun realisasi penyaluran Pertalite tercatat mencapai 90,1 persen dari kuota nasional, solar subsidi mencapai 98,7 persen, dan minyak tanah 97,6 persen.
Menariknya, tren positif juga terlihat di sisi BBM nonsubsidi. Dibandingkan tahun 2024, konsumsi Pertamax naik 20 persen, Pertamax Turbo melesat hingga 75 persen, Dexlite tumbuh 11 persen, dan Pertamina Dex naik 36 persen. Kenaikan paling signifikan datang dari Pertamax Green 95. Produk BBM ramah lingkungan satu ini konsumsinya melonjak hingga 117 persen. Fenomena ini tidak lepas dari perluasan jaringan outlet sebanyak 71 titik baru. Kini, Pertamax Green 95 sudah tersedia di 177 SPBU.
Cerita serupa juga terjadi di sektor LPG. Penyaluran LPG subsidi 3 kilogram terealisasi 99,77 persen dari kuota nasional sepanjang 2025. Sementara di segmen nonsubsidi rumah tangga, Bright Gas 5,5 kg tumbuh 13 persen dan Bright Gas 12 kg naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Konsistensi ini rupanya juga tertangkap radar internasional. Laporan Eye on the Market dari JP Morgan (April 2026) menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia, hanya kalah dari Afrika Selatan dan unggul dari Tiongkok.