Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo: Janji Swasembada Energi Sekarang Sudah Mulai Kita Wujudkan

Prabowo: Janji Swasembada Energi Sekarang Sudah Mulai Kita Wujudkan
Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menyatakan komitmen swasembada energi mulai diwujudkan melalui produksi diesel B50 berbasis kelapa sawit sebagai langkah awal swasembada BBM solar.
  • Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar; kebijakan B50 disebut menghemat devisa Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS.
  • Data per 12 Agustus 2026 mencatat B50 memberi nilai tambah industri sawit Rp23,49 triliun, menyerap 2,1 juta tenaga kerja, dan berpotensi menekan emisi 44,46 juta ton CO2.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen swasembada energi mulai terealisasi. Langkah itu diawali dengan pencapaian swasembada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar melalui keberhasilan produksi diesel B50 berbasis kelapa sawit.

Hal itu disampaikan Prabowo saat Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar, kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit," kata dia.

Penerapan program B50 secara nasional tersebut membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri terhitung sejak 1 Juli 2026. Keputusan itu mampu menghemat devisa negara sebesar Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar Amerika Serikat agar tidak keluar ke luar negeri.

"Mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri dan kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun, sekitar 9,5 miliar dolar Amerika, tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri," ujar Prabowo.

Berdasarkan data Paparan Swasembada Energi per 12 Agustus 2026, implementasi B50 memberikan nilai tambah industri sawit sebesar Rp23,49 triliun dan menyerap 2,1 juta tenaga kerja. Kebijakan itu juga berpotensi menurunkan emisi hingga 44,46 juta ton Co2.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More