Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Andry Asmoro mengatakan, pergerakan IHSG masih dibayangi hasil rebalancing indeks MSCI Inc dan FTSE Russel.
Pada 13 Agustus 2026 lalu, MSCI merilis hasil tinjauan terbaru, di mana ada 10 saham Indonesia terdepak dari indeksnya, dan ada 1 saham Indonesia yang harus turun kasta dari sebelumnya menjadi konstituen Global Standard Index menjadi Global Small Cap Index. Keputusan MSCI Inc berlaku per hari ini, Senin (31/8).
Selain itu, penyedia indeks global FTSE Russel juga sebelumnya mengumumkan hasil peninjauan indeks terbaru dalam dokumen Asia Pasific Ex Japan Ex China September 2026 Semi-Annual Review.
Dalam dokumen itu, terdapat 29 saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeksnya, dan delapan saham turun kasta. Keputusan FTSE Russel masih bisa direvisi sampai 4 September 2026, dan akan berlaku final pada 7 September 2026.
“Rebalancing kedua indeks berpotensi meningkatkan volatilitas saham-saham terdampak,” kata Andry.