Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IIF Teken Penjaminan Sukuk Hijau Rp645 Miliar untuk Arkora Hydro
IIF dan Arkora Hydro Kerja Sama Pendanaan Energi Terbarukan. (Dok/Istimewa).
  • PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani fasilitas penjaminan senilai Rp645 miliar untuk Sukuk Hijau Arkora Hydro guna memperkuat kepercayaan investor terhadap pembiayaan hijau.
  • IIF dan Arkora Hydro telah bekerja sama sejak 2019 dalam proyek energi terbarukan, termasuk penerbitan obligasi hijau, menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap transisi energi nasional.
  • IIF juga memperluas pembiayaan ke sektor kesehatan, pelabuhan, telekomunikasi, dan infrastruktur digital untuk mendukung pertumbuhan serta pendalaman pasar modal domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyediakan fasilitas penjaminan hingga Rp645 miliar untuk penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan I Tahun 2026 milik PT Arkora Hydro Tbk. Penjaminan tersebut diberikan di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan proyek energi terbarukan di Indonesia.

Perjanjian fasilitas penjaminan tersebut telah ditandatangani pada 20 Mei 2026. Fasilitas ini digunakan untuk meningkatkan profil kredit sukuk sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap instrumen pembiayaan hijau di pasar domestik.

1. Meningkatnya kebutuhan instrumen pendanaan dorong transisi energi nasional

IIF dan Arkora Hydro Kerja Sama Pendanaan Energi Terbarukan. (Dok/Istimewa).

Presiden Direktur/CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan bahwa kerja sama tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan instrumen pendanaan yang mendukung transisi energi nasional. Kolaborasi ini juga menunjukkan bahwa pembiayaan strategis dapat mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen IIF dalam mendorong transisi energi Indonesia melalui penyediaan instrumen pembiayaan hijau yang kredibel,” ujar Rizki dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

2. IIF dan Arkora Hydro telah bekerja sama sejak 2019

Kantor pusat PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). (dok. IIF)

Ia menjelaskan IIF dan Arkora Hydro telah bekerja sama sejak 2019 dalam pembiayaan sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air, termasuk penerbitan obligasi hijau pada 2023.

"Kerja sama berkelanjutan ini mencerminkan peran IIF yang konsisten mendukung pengembangan aset energi terbarukan di dalam negeri," ucapnya.

Selain di sektor energi terbarukan, IIF pada awal tahun ini juga menyalurkan pembiayaan untuk proyek kesehatan dan pelabuhan. Saat ini, pipeline transaksi perusahaan juga mencakup sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital.

IIF menilai instrumen pembiayaan hijau dapat membuka akses pendanaan yang lebih luas bagi proyek infrastruktur yang layak secara finansial, sekaligus mendorong pendalaman pasar modal domestik.

Melalui kerja sama ini, IIF berharap minat pasar keuangan terhadap pembiayaan infrastruktur berkelanjutan terus meningkat seiring kebutuhan investasi untuk mendukung transisi energi nasional.

3. IIF perluas pembiayaan ke lesehatan, pelabuhan hingga infrastruktur digital

Proyek Infrastruktur IIF di Tahun 2024. (Dok.Istimewa).

Rizki menjelaskan bahwa pada awal tahun ini, IIF telah menyalurkan pembiayaan untuk proyek di sektor kesehatan dan pelabuhan. Saat ini, pipeline transaksi IIF juga mencakup sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital.

Melalui peran tersebut, IIF turut mendukung pertumbuhan dan pendalaman pasar modal Indonesia dengan memungkinkan proyek-proyek yang kredibel dan layak dibiayai (bankable) untuk mengakses sumber pendanaan yang lebih luas.

Topics

Editorial Team

Related Article