Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya
ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.,)
Intinya sih...
  • Cari tahu faktor utama di balik penurunan harga saham: Saham bisa turun karena faktor eksternal atau kondisi internal perusahaan.
  • Kendalikan emosi sebelum mengambil langkah apa pun: Jangan tergesa-gesa menjual saham saat harga turun karena keputusan emosional berujung pada kerugian.
  • Tinjau ulang kesehatan bisnis perusahaan: Periksa laporan keuangan dan arus kas perusahaan untuk menilai kualitas bisnisnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penurunan harga saham sering kali memicu rasa cemas, terutama bagi investor pemula yang belum terbiasa menghadapi volatilitas pasar. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari sentimen global, perubahan kebijakan ekonomi, hingga isu yang berkaitan langsung dengan kinerja perusahaan. Tidak sedikit investor kemudian bertanya-tanya, jika saham turun, apa yang harus dilakukan agar kerugian tidak semakin besar.

Padahal, naik turunnya harga saham merupakan bagian alami dari mekanisme pasar yang tidak bisa dihindari. Perbedaan utama antara investor yang bertahan dan yang tersingkir terletak pada cara mereka merespons situasi tersebut secara rasional dan terukur. Karena itu, penting untuk memahami langkah-langkah bijak yang bisa dilakukan saat saham turun, seperti yang akan dibahas dalam artikel ini.

Table of Content

1. Cari tahu faktor utama di balik penurunan harga saham

1. Cari tahu faktor utama di balik penurunan harga saham

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya
ilustrasi berpikir (pexels.com/Dziana Hasanbekava)

Saat saham mengalami penurunan, langkah awal yang penting dilakukan adalah mencari tahu faktor penyebabnya. Harga saham bisa tertekan oleh kondisi ekonomi global, sentimen negatif pasar, atau kebijakan moneter yang berubah. Faktor-faktor ini umumnya bersifat eksternal dan dapat mempengaruhi banyak saham sekaligus.

Selain faktor eksternal, penurunan harga juga bisa bersumber dari kondisi internal perusahaan. Kinerja keuangan yang melemah, target bisnis yang tidak tercapai, atau perubahan strategi manajemen dapat memicu reaksi pasar. Dengan memahami akar masalahnya, investor dapat menilai tingkat risiko secara lebih objektif.

2. Kendalikan emosi sebelum mengambil langkah apa pun

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya
ilustrasi berpikir (pexels.com/Jack Sparrow)

Melihat nilai portofolio menurun kerap memancing kepanikan dan dorongan untuk segera bertindak. Rasa takut rugi membuat sebagian investor tergesa-gesa menjual saham tanpa analisis mendalam. Padahal, keputusan yang lahir dari emosi sering kali berujung pada kerugian yang sebenarnya bisa dihindari.

Mengambil jeda sebelum bertindak adalah langkah yang lebih bijak. Dengan kondisi mental yang lebih tenang, investor dapat meninjau ulang strategi awal dan menimbang opsi yang tersedia. Pendekatan ini membantu menjaga keputusan tetap rasional dan tidak reaktif.

3. Tinjau ulang kesehatan bisnis perusahaan

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya
ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Setelah emosi lebih stabil, investor perlu kembali menilai kondisi bisnis perusahaan yang sahamnya dimiliki. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat laporan keuangan, arus kas, serta arah pertumbuhan usaha. Jika bisnis masih berjalan solid, penurunan harga belum tentu mencerminkan penurunan kualitas perusahaan.

Namun, investor juga harus jujur dalam membaca data. Jika ditemukan masalah serius seperti penurunan laba berkelanjutan atau gangguan tata kelola, strategi investasi perlu dievaluasi ulang. Membedakan fluktuasi harga dan penurunan kualitas bisnis menjadi kunci dalam pengambilan keputusan.

4. Samakan respons dengan target dan jangka waktu investasi

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya
ilustrasi investasi (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Cara menyikapi saham turun sangat dipengaruhi oleh tujuan dan jangka waktu investasi. Investor jangka panjang biasanya memiliki toleransi lebih besar terhadap fluktuasi harga jangka pendek. Selama tujuan finansial masih relevan, penurunan sementara tidak selalu membutuhkan tindakan drastis.

Sebaliknya, bagi investor jangka pendek, penurunan harga harus dilihat melalui kacamata manajemen risiko. Jika harga sudah melewati batas toleransi yang ditetapkan, keluar dari posisi bisa menjadi langkah disiplin. Menyesuaikan respons dengan horizon investasi membantu menjaga konsistensi strategi.

5. Pertimbangkan penambahan saham dengan strategi terukur

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya
ilustrasi berpikir (pexels.com/Thirdman)

Dalam kondisi tertentu, saham turun dapat menjadi peluang masuk. Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah pembelian bertahap untuk mengurangi risiko salah waktu masuk pasar. Strategi ini memungkinkan investor mengelola dana dengan lebih fleksibel.

Meski demikian, penambahan saham harus tetap memperhatikan proporsi portofolio. Jangan sampai satu saham mendominasi hanya karena harganya terlihat murah. Prioritaskan saham dengan fundamental kuat agar strategi ini tetap sejalan dengan tujuan jangka panjang.

6. Kenali situasi saat menahan diri lebih bijak

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya
ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.,)

Tidak semua penurunan harga layak dimanfaatkan untuk menambah saham. Jika tekanan harga terjadi akibat perubahan fundamental negatif, seperti prospek industri yang memburuk atau bisnis kehilangan daya saing, menambah posisi justru berisiko. Dalam situasi ini, kehati-hatian menjadi sangat penting.

Selain itu, kondisi keuangan pribadi juga harus menjadi pertimbangan utama. Jika dana darurat belum aman atau portofolio sudah terlalu agresif, menahan diri sering kali menjadi keputusan yang lebih sehat. Disiplin untuk tidak selalu bertindak sama pentingnya dengan keberanian mengambil peluang.

7. Manfaatkan koreksi pasar untuk menata ulang portofolio

Saham Turun, Lebih Baik Cut Loss atau Tahan? Ini Panduan Bijaknya
ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Momen saham turun dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi portofolio secara menyeluruh. Investor bisa menilai kembali apakah alokasi aset masih sesuai dengan tujuan finansial dan profil risiko. Evaluasi ini membantu menjaga keseimbangan portofolio dalam jangka panjang.

Selain itu, koreksi pasar juga bisa menjadi pengingat untuk memperbaiki strategi investasi. Dengan melihat portofolio secara utuh, investor tidak terjebak pada satu saham saja. Pendekatan ini membuat keputusan yang diambil lebih terarah dan berkelanjutan.

Jika saham turun, langkah terpenting adalah tetap tenang dan kembali pada rencana investasi awal. Memahami penyebab penurunan, menilai kembali fundamental, serta menyesuaikan strategi dengan tujuan investasi akan membantu investor mengambil keputusan yang lebih rasional. Penurunan harga saham bukan selalu sinyal kegagalan, melainkan bagian dari dinamika pasar yang bisa dikelola dengan pendekatan yang tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

India Kucurkan Anggaran Jumbo buat Militer dan Infrastruktur, Rekor!

02 Feb 2026, 23:57 WIBBusiness