Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Strategi Melunasi Utang Rumah Tangga dengan Cepat Tanpa Stres

ilustrasi membayar utang
ilustrasi membayar utang (freepik.com/rawpixel.com)

Punya utang dalam rumah tangga itu sebenarnya hal yang wajar. Mulai dari cicilan rumah, motor, kartu kredit, sampai pinjaman untuk kebutuhan darurat. Masalahnya bukan di utangnya, tapi di cara kita mengelolanya. Kalau salah strategi, utang bisa terasa seperti beban mental yang membuat tidur tidak nyenyak dan dompet makin sesak tiap akhir bulan.

Kabar baiknya, melunasi utang rumah tangga itu bukan hal mustahil. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa pelan-pelan keluar dari lingkaran cicilan tanpa harus mengorbankan semua kebahagiaan hidup. Nah, berikut ini beberapa strategi yang bisa kamu terapkan supaya utang cepat lunas dan keuangan rumah tangga makin sehat.

1. Catat semua utang tanpa terkecuali

ilustrasi membuat catatan
ilustrasi membuat catatan (unsplash.com/David Travis)

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah jujur pada diri sendiri. Catat semua utang yang kamu punya: jumlahnya berapa, bunganya berapa persen, berapa cicilan per bulan, dan jatuh temponya kapan. Banyak orang stres karena merasa utangnya banyak sekali, tapi tidak tahu detailnya.

Dengan  menuliskannya satu per satu, kadang baru kelihatan mana yang sebenarnya paling bikin berat. Dengan daftar ini, kamu jadi punya peta masalah. Dari sini, strategi pelunasan bisa disusun dengan lebih masuk akal, bukan asal bayar yang penting setor.

2. Tentukan skala prioritas

ilustrasi menyusun skala prioritas
ilustrasi menyusun skala prioritas (freepik.com/wayhomestudio)

Tidak semua utang punya dampak yang sama. Ada utang yang bunganya kecil, ada juga yang bunganya sangat tinggi dan bisa membuat total pembayaran membengkak. Biasanya, utang dengan bunga paling tinggi (seperti kartu kredit atau pinjaman online) harus jadi prioritas utama.

Kamu bisa pakai dua metode populer:

  • Metode avalanche: bayar utang dengan bunga tertinggi dulu.
  • Metode snowball: bayar utang dengan nominal paling kecil dulu supaya cepat selesai satu dan memicu semangat.

Pilih mana yang paling cocok dengan kondisi mental dan keuangan kamu. Yang penting konsisten. Dengan begitu, utang bisa lunas satu per satu.

3. Evaluasi gaya hidup rumah tangga

ilustrasi berbelanja
ilustrasi berbelanja (pexels.com/Gustavo Fring)

Kalau ingin utang cepat lunas, mau tidak mau harus ada yang dikorbankan sementara. Bukan berarti hidup jadi super prihatin, tapi lebih ke soal menahan diri. Coba cek pengeluaran bulanan, seperti nongkrong, jajan online, langganan streaming, belanja impulsif, dan sebagainya. Dari situ biasanya kelihatan mana yang bisa dikurangi tanpa membuat hidup terasa hampa. Misalnya, ngopi di luar bisa dikurangi, masak sendiri lebih sering, atau stop beli barang hanya karena lucu. Uang dari penghematan ini bisa langsung dialihkan untuk cicilan utang.

4. Tambah penghasilan kalau memungkinkan

ilustrasi perempuan mengerjakan side hustle
ilustrasi perempuan mengerjakan side hustle (unsplash.com/The Jopwell Collection)

Kalau pengeluaran sudah ditekan tapi masih berat, berarti sisi pemasukan yang perlu diperkuat. Cari peluang tambahan, bisa dengan freelance, jualan online, jadi reseller, atau manfaatkan skill yang kamu punya. Tidak harus langsung besar, yang penting konsisten. Misalnya, hasil dari usaha sampingan 500 ribu per bulan, kalau langsung dialokasikan untuk bayar utang, dampaknya bisa sangat besar.

5. Jangan menambah utang baru

ilustrasi mencatat utang
ilustrasi mencatat utang (freepik.com/rawpixel.com)

Ini kerap jadi jebakan. Sedang fokus melunasi utang, tapi tiba-tiba tergoda ambil cicilan baru karena promo, diskon, atau mumpung bisa dicicil. Kalau memang tidak darurat, lebih baik ditahan dulu. Ingat, tujuan utama kamu sekarang adalah mengurangi beban, bukan menambah daftar cicilan. Biasakan sebelum beli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri “Ini butuh atau cuma keinginan?”

6. Libatkan pasangan dan keluarga

ilustrasi suami dan istri pusing soal uang
ilustrasi suami dan istri pusing soal uang (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

Kalau ini utang rumah tangga, seharunya bukan hanya satu orang yang menanggung. Ajak pasangan diskusi terbuka. Jangan saling menyalahkan, tapi fokus ke solusi. Dengan satu visi yang sama, keputusan soal pengeluaran, prioritas, dan gaya hidup jadi lebih mudah dijalani.

Melunasi utang itu memang butuh waktu, kesabaran, dan konsistensi. Namun, setiap cicilan yang berkurang adalah satu langkah lebih dekat ke hidup yang lebih ringan. Pelan-pelan saja, yang penting terus jalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Business

See More

Mitos vs Fakta: Benarkah Introvert Gak Bisa Jadi Leader Sukses di Bisnis?

03 Feb 2026, 01:01 WIBBusiness