Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara menyebut industri asuransi Indonesia sedang memasuki fase reset atau pembenahan besar. Perubahan tersebut mencakup penguatan keuangan perusahaan, digitalisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga penyesuaian produk dengan kebutuhan masyarakat.
Yulius menyampaikan hal itu dalam rangkaian peringatan Hari Asuransi 2026. Dia menilai, perubahan regulasi yang berlangsung berdekatan membuat industri perlu menyesuaikan diri agar tetap mampu melayani masyarakat.
"Tema utama dari acara Hari Asuransi hanya satu sebenarnya, literasi. Literasi dan inklusi," kata dia dalam peringatan Hari Asuransi ke-20 Tahun 2026 di Gedung Grha AAJI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, edukasi mengenai asuransi perlu disampaikan dengan bahasa sederhana agar pesan yang diberikan dapat dipahami masyarakat. Dia menilai, pendekatan edukasi yang terlalu rumit berisiko membuat pesan mengenai manfaat asuransi tidak tersampaikan dengan baik.
Di sisi lain, dia menegaskan industri asuransi tetap berkomitmen melayani masyarakat Indonesia di tengah perubahan yang terjadi. Dia membagi proses pembenahan industri tersebut ke dalam tiga lapisan.
