Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ekonomi China Tumbuh Lampaui Perkiraan Usai Ekspor AI Melonjak

3 min read
Ekonomi China Tumbuh Lampaui Perkiraan Usai Ekspor AI Melonjak
ilustrasi bendera China (pexels.com/Hao Liang)
  • PDB China tumbuh 4,5 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2026, naik dari 4,3 persen sebelumnya dan menjaga pertumbuhan sembilan bulan di 4,6 persen.
  • Lonjakan ekspor elektronik, peralatan AI, dan mobil menopang manufaktur serta produksi industri, sementara penjualan ritel domestik tumbuh lebih lambat dibandingkan aktivitas pabrik.
  • Di tengah kekuatan ekspor, investasi aset tetap China turun 7,2 persen selama sembilan bulan, dengan investasi properti merosot 20,6 persen dan belanja infrastruktur tetap lemah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal ketiga tahun ini tercatat melampaui perkiraan para ekonom berkat lonjakan ekspor perangkat teknologi. Biro Statistik Nasional China melaporkan pada Senin (19/10/2026) bahwa produk domestik bruto (PDB) negara tersebut tumbuh sebesar 4,5 persen secara tahunan (year-on-year) pada rentang Juli hingga September.

Angka pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan kuartal kedua yang berada di level 4,3 persen. Dilansir The Guardian, realisasi ini membawa ekonomi China tumbuh sebesar 4,6 persen sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, sehingga tetap berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target tahunan pemerintah sebesar 4,5 persen hingga 5 persen tanpa memerlukan stimulus tambahan.

  1. 1. Lonjakan ekspor teknologi topang output industri

    ilustrasi pesawat kargo
    ilustrasi pesawat kargo (unsplash.com/Patrick Campanale)

    Produksi industri China tercatat naik sebesar 5,5 persen pada September, meningkat dari capaian 5,2 persen pada Agustus. Di sisi lain, penjualan ritel domestik hanya tumbuh 1,1 persen pada September, meski mengalami kenaikan dari posisi 0,4 persen pada bulan sebelumnya. Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan ekspor China secara keseluruhan melonjak lebih dari sepertiga pada September berkat tingginya pengiriman produk elektronik yang terhubung dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Menurut Kepala Ekonom China di Pantheon Macroeconomics, Duncan Wrigley, pertumbuhan output manufaktur tetap kokoh di angka 6,0 persen secara tahunan pada September karena tingginya permintaan ekspor untuk barang elektronik, peralatan AI, dan mobil. Kenaikan produksi industri secara keseluruhan tersebut juga dipengaruhi oleh beroperasinya kembali tambang batu bara setelah sempat dihentikan untuk inspeksi keselamatan pascakecelakaan besar. Secara keseluruhan, aktivitas produksi pabrik di China bergerak jauh lebih cepat dibandingkan tingkat pengeluaran konsumen di dalam negeri.

  2. 2. Efek ledakan AI global redam konflik dan kelesuan domestik

    ilustrasi data center AI
    ilustrasi data center AI (pexels.com/Brett Sayles)

    Analis dari ABN Amro menilai akselerasi ekonomi China didorong kuat oleh maraknya perkembangan teknologi AI di tingkat internasional. Menurut mereka, tingginya permintaan ekspor mampu menjadi penopang utama bagi perekonomian negara tersebut di tengah hambatan konflik Iran dan kelesuan permintaan domestik yang terus berlanjut.

    "Peningkatan pertumbuhan PDB ini terutama mencerminkan kekuatan ekspor yang berkelanjutan akibat ledakan AI atau teknologi global, yang lebih dari cukup untuk mengimbangi hambatan dari konflik Iran dan pelemahan permintaan domestik yang terus berlanjut," ungkap analis ABN Amro.

    Wrigley juga menyatakan para pembuat kebijakan di Beijing kemungkinan menyimpulkan bahwa upaya menstabilkan pertumbuhan pada kuartal ketiga telah berhasil. Dia menilai sektor manufaktur berteknologi canggih kini menunjukkan kinerja yang jauh lebih solid dibandingkan sektor industri konvensional.

    "Output manufaktur teknologi tinggi terus mengungguli sektor tradisional seiring langkah China menaiki tangga nilai tambah," kata Wrigley sebagaimana dilansir The Guardian.

  3. 3. Sektor properti dan belanja investasi masih tertekan

    ilustrasi lahan tanah komersial
    ilustrasi lahan tanah komersial (unsplash.com/Point3D Commercial Imaging Ltd.)

    Di balik laju ekspor yang mengesankan, sektor investasi domestik China masih menunjukkan pelemahan yang nyata. Investasi aset tetap dilaporkan merosot sebesar 7,2 persen selama sembilan bulan pertama pada tahun ini. Pada saat yang sama, realisasi belanja infrastruktur juga dilaporkan masih berada dalam kondisi yang lemah.

    Penurunan paling tajam terjadi pada sektor properti China yang investasinya anjlok drastis hingga 20,6 persen sepanjang periode sembilan bulan pertama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More