Ilustrasi pedagang cabai, bawang, dan sembako lainnya di Pasar Badung. (IDN Times/Yuko Utami)
Berdasarkan komponen penyumbangnya, seluruh kelompok mengalami inflasi pada Oktober 2026. Ketiga komponen tersebut meliputi inflasi inti, harga yang diatur pemerintah, dan harga bergejolak.
Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan andil inflasi 0,07 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan September 2026 sebesar 0,10 persen. BPS tidak mencatat komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan terhadap inflasi komponen inti.
Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dengan andil inflasi 0,02 persen. Pada September 2026, komponen ini mencatat inflasi yang mendekati nol. Tarif angkutan udara menjadi komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi kelompok tersebut.
"Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,77 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar, yaitu andilnya 0,13 persen. Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi terutama cabai merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, labu siam atau jipang, dan juga sawi putih atau pecai atau pitsai," tuturnya.