ilustrasi pria memasukkan uang ke dompet (pexels.com/EVG Kowalievska)
Tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua situasi karena tingkat keparahan bergantung pada penyebab, durasi, dan kondisi ekonomi suatu negara. Inflasi yang sangat tinggi dapat menurunkan daya beli secara drastis dan menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Sementara itu, deflasi yang berlangsung lama berpotensi menghambat konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam praktiknya, banyak ekonom menilai deflasi berkepanjangan lebih sulit diatasi dibanding inflasi yang masih terkendali. Meski demikian, keduanya tetap perlu diawasi karena dapat memberikan dampak negatif apabila berada pada tingkat yang ekstrem. Oleh sebab itu, menjaga stabilitas harga menjadi salah satu tujuan utama kebijakan ekonomi.
Inflasi dan deflasi sama-sama memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian. Inflasi yang terlalu tinggi dapat melemahkan daya beli masyarakat, sedangkan deflasi yang berkepanjangan berpotensi memperlambat aktivitas ekonomi karena konsumsi dan investasi menurun.
Pada akhirnya, yang paling diharapkan bukanlah inflasi atau deflasi yang ekstrem, melainkan stabilitas harga. Kondisi tersebut membantu menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih sehat, mendukung dunia usaha, serta memberikan kepastian bagi masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan.