Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inggris Berencana Naikkan Upah Minimum 3,9 Persen pada 2027
ilustrasi bendera Inggris (pexels.com/Erik Mclean)
  • Pemerintah Inggris dilaporkan berencana menaikkan upah minimum 3,9 persen pada 2027, dengan pengumuman diperkirakan masuk agenda anggaran pada 28 Oktober 2026.
  • Upah pekerja usia 21 tahun ke atas diproyeksikan menjadi 13,20 pound per jam, sementara kelompok 18—20 tahun menjadi 11,27 pound, dengan persentase kenaikan setara.
  • Pengangguran Inggris turun menjadi 4,7 persen hingga Agustus 2026, tetapi lowongan kerja merosot menjadi 691 ribu, level terendah sejak 2021.
  • Pemerintah Inggris dilaporkan berencana menaikkan Upah Hidup Nasional pekerja usia 21 tahun ke atas sebesar 3,9 persen menjadi 13,20 pound per jam pada 2027.
  • Upah minimum pekerja usia 18–20 tahun juga diperkirakan naik sejalan menjadi 11,27 pound per jam, mengakhiri kenaikan persentase lebih tinggi bagi pekerja muda.
  • Pengangguran Inggris turun menjadi 4,7 persen hingga Agustus 2026, tetapi lowongan kerja merosot menjadi 691 ribu, sementara pengangguran usia 16–24 tahun mencapai 715 ribu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  - Pemerintah Inggris berencana menaikkan upah minimum sebanyak nyaris 4 persen pada 2027 mendatang. Menteri Keuangan Inggris, John Healey, diperkirakan bakal mengumumkan rencana tersebut dalam penyampaian anggaran pertamanya pada Rabu (28/10/2026).

Kebijakan ini mengakhiri tren beberapa tahun belakangan yang mana upah minimum pekerja muda naik dengan persentase lebih besar ketimbang pekerja yang lebih tua.

1. Upah minimum pekerja diperkirakan naik 3,9 persen

ilustrasi pound sterling (pexels.com/Clément Proust)

Surat kabar The Times melaporkan pada Senin (26/10/2026) bahwa Upah Hidup Nasional (NLW) bagi pekerja berusia 21 tahun ke atas diperkirakan naik 3,9 persen menjadi 13,20 pound sterling (sekitar Rp320 ribu) per jam dari 12,71 pound sterling (sekitar Rp308 ribu).

Sementara itu, Upah Minimum Nasional (NMW) bagi pekerja berusia 18 — 20 tahun naik dengan persentase yang sejalan NLW, yakni dari 10,85 pound sterling (sekitar Rp263 ribu) menjadi 11,27 pound sterling (sekitar Rp273 ribu) per jam.

Apabila disahkan dalam pengumuman anggaran Rabu depan, kedua kenaikan tersebut akan berlaku mulai 2027. Namun, Kementerian Keuangan Inggris menolak berkomentar perihal laporan tersebut.

2. Komisi upah sebelumnya memperkirakan kenaikan 3,7 persen

ilustrasi bekerja (pixabay.com/StartupStockPhotos)

Pada April, Komisi Upah Rendah (LPC), lembaga yang memberikan rekomendasi kenaikan upah minimum kepada pemerintah, memperkirakan NLW perlu naik sekitar 3,7 persen pada 2027 menjadi 13,18 pound sterling (sekitar Rp319 ribu) per jam untuk mengimbangi perkiraan kenaikan rerata upah.

Sebelumnya, pada Maret, pemerintah Inggris mengubah mandat komisi tersebut agar dapat mempertimbangkan kondisi pasar tenaga kerja secara lebih luas dalam menentukan upah minimum bagi pekerja berusia 18 — 20 tahun.

3. Jumlah penganggur di Inggris menurun, tetapi lowongan pekerjaan juga merosot

ilustrasi menganggur (pexels.com/Ron Lach)

Dilansir The Guardian, tingkat pengangguran Inggris turun menjadi 4,7 persen dalam tiga bulan hingga Agustus 2026, dari 4,9 persen pada periode sebelumnya. Akan tetapi, jumlah lowongan pekerjaan juga merosot sebanyak 21 ribu menjadi 691 ribu dalam tiga bulan hingga September, terendah sejak 2021 saat pandemi COVID-19.

Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) memperkirakan terdapat 715 ribu penganggur berusia 16 — 24 tahun, turun 28 ribu dibandingkan kuartal sebelumnya. Kendati demikian, Ben Harrison, direktur wadah pemikir Yayasan Kerja di Universitas Lancaster, mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan persoalan pengangguran anak muda menjelang pengumuman anggaran.

"Inggris masih dilanda kelangkaan lapangan kerja dengan lowongan pekerjaan berada pada titik terendah dalam lebih dari 12 tahun di luar masa pandemi," tutur Harrison. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article