Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Investasi Korea Rp429 Miliar Masuk ke KEK Batang, Serap 6 Ribu Pekerja
Perusahaan manufaktur global berbasis produk kulit, PT Simone Batang Indonesia menanamkan investasi senilai Rp429 miliar untuk membangun fasilitas produksi baru di KEK Industropolis Batang (dok. KEK Industropolis Batang)
  • PT Simone Batang Indonesia asal Korea Selatan investasi Rp429 miliar di KEK Industropolis Batang untuk bangun pabrik produk kulit dan serap sekitar 6.000 tenaga kerja.
  • Perusahaan global ini kuasai 10 persen pasar dunia dan 30 persen pasar AS, menjadikan Indonesia basis produksi strategis berkat dukungan kebijakan serta potensi tenaga kerja.
  • Pembangunan pabrik dimulai dua bulan lagi dan ditargetkan selesai Juli 2026, dengan operasi bertahap pada Juli 2027 guna dorong ekspor nasional dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Investasi asing langsung alias foreign direct investment (FDI) asal Korea Selatan kembali masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Kali ini, perusahaan manufaktur global berbasis produk kulit, PT Simone Batang Indonesia menanamkan investasi senilai Rp429 miliar untuk membangun fasilitas produksi baru.

Kehadiran investasi tersebut dinilai memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri ekspor sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru.

1. Bangun pabrik di atas lahan 8,28 hektare

KITB kini berstatus KEK Industropolis Batang (dok. KITB)

Adapun PT Simone Batang Indonesia akan membangun fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare. Proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja.

Direktur Pemasaran & Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, mengatakan masuknya investasi baru menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

“Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Kami melihat tren yang semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor,” ujar Indri, dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (8/5/2026).

2. PT Simone kuasai 30 persen pasar Amerika Serikat

ilustrasi bendera AS (unsplash.com/chris robert)

PT Simone merupakan perusahaan manufaktur global yang berdiri sejak 1987 dan telah memiliki operasi di sejumlah negara seperti Vietnam dan Kamboja. Secara global, perusahaan ini menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia dan 30 persen pasar Amerika Serikat (AS). Nilai ritelnya bahkan mencapai lebih dari 7 miliar dolar AS.

Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik menyebut Indonesia menjadi lokasi strategis untuk ekspansi jangka panjang perusahaan.

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu basis produksi masa depan di Asia. KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi keunggulan yang kami butuhkan—mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja,” kata Jung Shik.

3. Pabrik mulai dibangun dua bulan lagi

KITB kini berstatus KEK Industropolis Batang (dok. KITB)

Pembangunan pabrik PT Simone Batang Indonesia dijadwalkan dimulai dalam dua bulan ke depan. Konstruksi ditargetkan rampung pada Juli 2026 dan mulai beroperasi secara bertahap pada Juli 2027.

Selain memperluas basis produksi global perusahaan, investasi ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi langsung melalui peningkatan ekspor nasional dan penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Editorial Team