Jakarta, IDN Times -Arus investasi yang masuk ke Maluku Utara terus menunjukkan geliat positif. Pada kuartal II-2026, realisasi investasi di provinsi tersebut mencapai Rp40,2 triliun, menempatkan Maluku Utara sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar ketiga secara nasional.
Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Bidang Percepatan Hilirisasi dan Peningkatan Pengusaha Nasional Sona Maesana mengatakan, derasnya investasi tersebut harus diikuti dengan peningkatan keterlibatan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, keberhasilan investasi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk ke suatu daerah. Investasi juga harus mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, memperkuat rantai pasok domestik, serta mendorong pertumbuhan pengusaha lokal dan UMKM.
"Keberhasilan investasi harus memberikan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok domestik, serta mendorong tumbuhnya pengusaha lokal dan UMKM," ujar Sona dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
