Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Investor Waspadai Demo, Rupiah Melemah Pagi Ini
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka Rp17.759 per dolar AS dan terkoreksi ke Rp17.782 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.
  • Investor mencermati aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis ini.
  • Penguatan dolar AS terjadi setelah inflasi PCE pada Juli menunjukkan harga masih bertahan tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (27/8/2026)

Rupiah melemah terhadap dolar AS pada awal perdagangan dan dibuka di Rp17.759 per dolar AS. Investor mencermati demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada hari itu.

pukul 09.05 WIB

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terkoreksi 57 poin atau 0,32 persen ke Rp17.782 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada awal perdagangan.
  • Who?
    Rupiah, dolar AS, investor, dan pengamat pasar uang Lukman Leong terlibat dalam pergerakan ini.
  • Where?
    Jakarta, dengan pelaku pasar mencermati situasi dalam negeri.
  • When?
    Kamis (27/8/2026), dengan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB.
  • Why?
    Investor khawatir terhadap demonstrasi, sementara dolar AS menguat setelah inflasi PCE pada Juli tetap tinggi.
  • How?
    Rupiah dibuka Rp17.759 per dolar AS, lalu terkoreksi 57 poin atau 0,32 persen ke Rp17.782 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah jadi lebih lemah dibanding dolar AS pada Kamis pagi. Rupiah dibuka Rp17.759, lalu jadi Rp17.782 per dolar AS. Pak Lukman Leong bilang investor khawatir dengan demonstrasi hari ini. Dolar AS juga menguat karena harga di Amerika Serikat masih tinggi pada Juli. Rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.650 sampai Rp17.800.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (27/8/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.759 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, rupiah terkoreksi 57 poin atau 0,32 persen ke level Rp17.782 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.725 per dolar AS.

1. Investor cermati aksi demonstrasi di dalam negeri

Dari sisi domestik, pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan pelaku pasar tengah mencermati perkembangan situasi dalam negeri. Menurutnya, investor masih diliputi kekhawatiran terhadap aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis ini.

"Investor juga waswas akan demonstrasi yang akan berlangsung hari ini," kata Lukman.

2. Inflasi PCE AS tetap tinggi dan dolar kembali menguat

Dari eksternal, Lukman memperkirakan rupiah masih berpotensi tertekan seiring penguatan kembali dolar AS. Penguatan dolar terjadi setelah indikator inflasi acuan The Fed, Personal Consumption Expenditures (PCE), menunjukkan tingkat harga masih bertahan tinggi pada Juli.

PCE merupakan indikator yang mengukur perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Kondisi inflasi yang masih tinggi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah indikator inflasi acuan The Fed PCE menunjukkan harga tetap bertahan tinggi pada bulan Juli, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga," ujarnya.

3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini

Terkait estimasi pergerakan nilai tukar sepanjang sesi perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak pada rentang harian di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Sementara pada perdagangan pagi ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.750-Rp17.783 per dolar AS. Rupiah tercatat sudah melemah 6,61 persen sejak awal tahun. Dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak pada rentang Rp16.296-Rp18.209 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article