Isu Gencatan Senjata AS-Iran Mencuat, Rupiah Ditutup di Rp17.725

- Rupiah ditutup melemah 2 poin ke Rp17.725 per dolar AS pada perdagangan Rabu.
- Pasar mencermati laporan kemungkinan kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.
- Pelaku pasar menanti data PCE AS, pidato Ketua The Fed, serta proyeksi pergerakan rupiah pada Kamis.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Rupiah berakhir di level Rp17.725 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah dua poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.723. Rupiah sempat menguat hingga tujuh poin sepanjang perdagangan. Pada pembukaan, rupiah berada di level Rp17.703 per dolar AS.
1. Isu gencatan senjata AS-Iran kembali mencuat
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pasar mencermati laporan media Rusia yang menyebut Amerika Serikat (AS) dan Iran hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata. Kantor berita Rusia, RIA, melaporkan kesepakatan tersebut dengan mengutip sumber dari Pakistan dan Iran. Salah satu poin yang dibahas adalah jaminan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz. Kesepakatan itu disebut berpotensi diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Laporan tersebut muncul setelah pejabat Pakistan menyatakan adanya kemajuan dalam pembicaraan mediasi dengan Iran. Pembahasan juga mencakup upaya memulihkan kesepakatan gencatan senjata sementara.
"Pakistan telah menjadi mediator regional utama dalam konflik AS-Iran yang sedang berlangsung, dan juga turut memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara pada bulan Juni lalu," kata Ibrahim.
2. Investor menanti data PCE dan arah suku bunga The Fed
Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar kini menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting yang digunakan untuk melihat perkembangan inflasi berdasarkan perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.
Pasar juga mencermati pidato Warsh sebagai Ketua The Fed dalam simposium Jackson Hole pada Jumat. Pernyataan tersebut dinilai dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Presiden Federal Reserve Bank of Boston, Susan Collins, sebelumnya menyatakan dukungan untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini selama inflasi masih bergerak menuju target dua persen.
"Pidato tersebut sangat penting karena para pelaku pasar menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai kapan The Fed bersedia menyesuaikan kebijakan sebagai respons terhadap inflasi," ujar Collins.
3. Rupiah diproyeksi kembali melemah pada Kamis
Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (27/8/2026) masih akan berlangsung fluktuatif. Menurutnya, rupiah berpotensi kembali melemah dengan bergerak dalam rentang Rp17.720-Rp17.760 per dolar AS.
Sementara itu, sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.680-Rp17.734 per dolar AS. Sejak awal tahun, rupiah mencatatkan pelemahan 6,27 persen. Dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp16.296-Rp18.209 per dolar AS.
















