Jaga Kepercayaan, Lazada Kembangkan AI dan Afiliator

- Lazada fokus pada kepercayaan melalui personalisasi dan kreator berkualitas
- Investasi pada afiliator, bukan live streaming, serta pengembangan AI untuk pengalaman pengguna yang lebih personal
Jakarta, IDN Times - Lazada Indonesia mempertegas arah baru strateginya di tengah ketatnya persaingan e-commerce di Indonesia. Fokus utama Lazada kini berorientasi pada pembangunan kepercayaan melalui personalisasi dan pemberdayaan kreator yang berkualitas. Lewat cara ini, Lazada ingin menjadi menegaskan bagaimana kepercayaan menjadi fondasi utama mereka.
“Jika ada satu kata yang merangkum tujuan kami di Indonesia, kata itu adalah kepercayaan. Kami ingin menjadi platform e-commerce yang paling tepercaya. Kami hadir untuk jangka panjang dan sedang berinvestasi untuk masa depan,” kata CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, dalam acara Lazada Partner Appreciation Night di kawasan Senayan, Jakarta pada Senin (9/2/2026).
1. Berinvestasi pada kreator

Memasuki 2026, ada beberapa aspek yang menjadi fokus utama Lazada. Termasuk soal investasi kepada para afiliator.
“Ketika kami berinvestasi dalam ekosistem, termasuk para afiliator dan streamer, kami lebih memilih untuk berinvestasi pada para kreator. Tujuan kami adalah membuat para afiliator membicarakan Lazada, menelusuri produk, dan merekomendasikannya kepada orang lain,” kata Barrera.
Dia mengakui tidak terlalu berfokus pada live streaming para afiliatornya. Hal ini pula yang membuat Lazada berbeda dibandingkan para pesaingnya di dunia e-commerce.
“Dalam program afiliasi, kami mengeluarkan biaya cukup besar untuk memastikan para afiliator memahami sistem kami dan mempromosikan produk berkualitas. Karena kami fokus pada brand dan kualitas, bukan pada live streaming,” ujar dia.
2. Lazada terus kembangkan AI

Tak hanya kualitas kreator pada afilitarornya, Lazada juga terus mengembangkan teknologi akal imitasi (artificial intelligence/AI) yang mereka punya. Lazada ingin nantinya AI yang dikembangkan dapat menjadi lebih personal dan revelan kepada para pengguna mereka.
“Saat ini, kami bergerak ke level berikutnya. Kami lebih fokus pada AI-assisted shopping,” kata Barrera.
“Untuk membangun kepercayaan, pengalaman pengguna harus lebih relevan dan bermakna bagi mereka. Semakin personal, semakin baik, didukung pengalaman yang aman dan terpercaya. Rkomendasi yang relevan, jaminan layanan, dan kepastian bahwa jika terjadi masalah, pengguna akan ditangani dengan baik,” ucap dia.
3. Punya dua tujuan berbeda

Ditanya soal cara menggabungkan strategi AI dan afiliator, Barrera menegaskan keduanya punya dua peranan berbeda dan tak harus digabungkan.
“Tujuan utama afiliasi adalah memberikan rekomendasi yang relevan. Kami fokus pada afiliator berkualitas, terutama tier satu yang memiliki suara kuat. Target mereka adalah membawa trafik dan pengguna berkualitas,” kata Barrera.
Begitu pun dengan pengembangan AI yang mempunyai tujuan berbeda.
“Untuk sisi entertainment, beberapa perusahaan sangat bergantung pada live streaming. Namun bagi kami, hiburan adalah AI,” kata Barrera.
Selain itu, Lazada juga mulai memperluas jangkauan hingga ke daerah di luar pulau Jawa. Kawasan Sumatra menjadi salah satu fokus utama. Ini membuat Lazada juga memastikan pengembangan dan perbaikan logistik juga menjadi fokus mereka pada 2026.


















